Skripsi
Pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang hubungan seksual pranikah pada siswa SMA Negeri 6 Kota Malang / Aisya Nur Cahyani
Abstrak
RINGKASAN Cahyani Aisya Nur. 2019. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Hubungan Seksual Pranikah pada Siswa SMA Negeri 6 Kota Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. dr. Moch. Yunus M.Kes. (II) dr. Desi Ariwinanti M.PH. Kata Kunci penyuluhan kesehatan reproduksi hubungan seksual pranikah pengetahuan dan sikap Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2017 sebesar 3 6% laki-laki dan 0 9% perempuan berusia 1519 tahun telah melakukan hubungan seksual pranikah. Sedangkan sebesar 14% laki-laki dan 2 6% perempuan telah melakukan hubungan seksual pranikah pada usia 20-24 tahun. Menurut BKKBN kehamilan akibat hubungan seksual pranikah sebanyak 48 1% terjadi pada remaja usia 15-19 tahun dengan tingkat aborsi mencapai 2 5 juta dengan 800 ribu kali aborsi dilakukan oleh remaja. Dari hasil penelitian terhadap remaja usia 17-19 tahun yang melakukan hubungan seksual pranikah di enam kota di Jawa Timur Kota Malang menempati urutan kedua di Jawa Timur yang menduduki risiko terjadinya aktivitas seksual yang paling sering setelah Kota Banyuwangi. Kecamatan Kedungkandang merupakan kecamatan yang memiliki aktivitas pernikahan dini terbesar di Kota Malang SMAN 6 Kota Malang termasuk sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja yang ada di SMAN 6 Kota Malang hanya terdaftar namanya namun kegiatan PIK tidak ada/tidak berjalan dan belum pernah ada penyuluhan terkait kesehatan reproduksi di SMAN 6 Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang hubungan seksual pranikah pada siswa SMA Negeri 6 Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Subyek penelitian ini sebanyak 93 orang siswa dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang hubungan seksual pranikah. Analisis data yang digunakan untuk variabel pengetahuan dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test dan variabel sikap dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan data pretest dan posttest variabel pengetahuan nilai mean pretest 63 89 dan nilai mean posttest 84 43. Data pretest dan posttest variabel sikap menunjukkan nilai mean pretest 65 61 dan nilai mean posttest 81 15. Terdapat perbedaan hasil mean pretest dan hasil mean posttest sebesar 20 54 pada variabel pengetahuan dan variabel sikap sebesar 15.54. Berdasarkan hasil uji statistik Paired Sample t-Test pada data pretest dan posttest variabel pengetahuan menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0 000 lebih kecil dari nilai 945 0 05 sehingga H0 ditolak artinya ada perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest setelah diberikan penyuluhan dan penyuluhan kesehatan reproduksi memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang hubungan seksual pranikah. Sedangkan uji hasil statistik Wilcoxon data pretest dan posttest variabel sikap didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0 000 lebih kecil dari nilai 945 0 05 sehingga H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi memberikan pengaruh terhadap sikap remaja tentang hubungan seksual pranikah.