Skripsi
Pengembangan instrumen asesmen dan survei literasi kimia peserta didik SMA kelas XI pada materi larutan penyangga / Miftakhul Lindha Yusnaini
Abstrak
RINGKASAN Yusnaini Miftakhul Lindha. 2019. Pengembangan Instrumen Asesmen dan Survei Literasi Kimia Peserta Didik SMA Kelas XI Pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matermatika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Muntholib M.Si. (2) Drs. H. Ridwan Joharmawan M.Si. Kata Kunci Instrumen Asesmen Literasi Kimia Larutan Penyangga Instrumen literasi kimia sangat penting dalam membantu guru untuk menilai literasi kimia peserta didik. Literasi kimia juga ditempatkan sebagai capaian dalam suatu pembelajaran. Larutan penyangga merupakan materi kimia yang memiliki konsep-konsep yang banyak di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan terkait langsung dengan literasi kimia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan instrumen asesmen literasi kimia dalam materi larutan penyangga (2) mengevaluasi validitas dan reliabilitas hasil uji coba instrumen asesmen literasi kimia (3) mendeskripsikan tingkat literasi kimia materi larutan penyangga peserta didik SMA kelas XI. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu pengembangan dan survei. Prosedur pengembangan instrumen asesmen literasi kimia yang digunakan merupakan adapatasi dari Chandrasegaran et al. (2007) Wattanakasiwich et al. (2013) Damanhuri et al. (2016) dan Muntholib et al. (2018). Sedangkan untuk survei tingkat kemampuan literasi kimia larutan penyangga dilakukan terhadap 71 peserta didik kelas XI MIA SMAN 1 Kepanjen. Hasil pengembangan isntrumen asesmen literasi kimia pada materi larutan penyangga terdiri atas 22 butir soal yang valid dengan koefisien reliabilitas Cronbach s Alpha sebesar 0 867. Skor rata-rata literasi kimia responden adalah 74 61 dari skor maksimal 100 dengan kategori tinggi. Skor rata-rata literasi kimia dari masing-masing domain mulai dari yang terendah adalah (1) domain pengetahuan epistemik sebesar 67 89 (2) domain kompetensi menjelaskan fenomena secara ilmiah 69 25 (3) domain kompetensi menginterpretasikan data dan bukti secara ilmiah 70 11 (4) domain pengetahuan prosedural 71 60 (5) domain pengetahuan konten 81 05 (6) domain kompetensi mengevaluasi dan mendesain penyelidikan ilmiah 87 73. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan responden dari masing-masing domain sangat baik terutama domain kompetensi mengevaluasi dan mendesain penyelidikan ilmiah dan skor minimal rata-rata yang diperoleh termasuk kedalam kategori sedang.