Skripsi
Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran geografi untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi sumber daya alam siswa kelas XI IPS SMAN 1 Batu / Gimi Roki Putra Tama
Abstrak
RINGKASAN Tama Gimi Roki Putra. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Materi Sumberdaya Alam. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ardyanto Tanjung S.Pd M.Pd. (2) Drs. Hendri Purwito M.Si Kata Kunci Model Problem Based Learning Kemampuan memecahkan Masalah Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang siswa untuk belajar. Permasalahn yang ditemukan saat observasi adalah rendahnya kemampuan memecahkan masalah. Hali ini terlihat saat guru mengajukan sebuah pertanyaan ranah kognitif analisis C4 tentang pemecahan masalah siswa cenderung menjawab dengan singkat tanpa disertai dengan alasan yang tepat. Selain itu dari hasil tes pada observasi awal sebagian siswa belum mencapai kentuntasan yaitu sebanyak 85.71% atau 30 anak. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini adalah diawali dengan observasi awal kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan dua siklus dan diakhiri dengan tes disetiap akhir siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 dengan jumlah siswa 20 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan memecahkan masalah sebanyak lima butir soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data komparatif atau data perbandingan antara lain ranah afektif psikomotorik dan kognitif sebagai tes kemampuan memecahkan masalah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah siswa meningkat setelah dilakukan tindakan. Pada tahap Pra Tindakan hasil rata-rata kemampuan memecahkan masalah sebesar 60.02% sedangkan pada siklus satu rata-rata kemampuan memecahkan masalah sebesar 71.85 dan untuk siklus dua sebesar 82. Berdasarkan hasil yang telah disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Batu.