Skripsi
Studi komparatif jumlah anak lahir hidup pada Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah perkotaan dan perdesaan Malang / Arina Manasikana
Abstrak
RINGKASAN Manasikana Arina. 2019. Studi Komparatif Jumlah Anak Lahir Hidup pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Wilayah Perkotaan dan Perdesan Malang. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Singgih Susilo M.S M.Si. (II) Drs. Djoko Soelistijo M.Si. Kata Kunci Jumlah Anak Lahir Hidup Umur Kawin Pertama Nilai Anak dalam Keluarga Pendidikan Pendapatan Jenis Pekerjaan Wilayah Perkotaan dan Wilayah Perdesaan Jumlah anak lahir hidup merupakan banyaknya anak lahir dalam kondisi hidup yang dimiliki oleh PUS (Pasangan Usia Subur) dan dipengaruhi oleh faktor demografi maupun faktor non demografi. Salah satu perhitungan untuk menentukan kelahiran secara umum adalah tingkat kelahiran kasar atau Crude Birth Rate yaitu jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun. Pasangan Usia Subur Kelurahan Tanjung Rejo dan Desa Sumberputih sebanyak 5.999 jiwa. CBR Kecamatan Sukun sebanyak 2 9 sedangkan Kecamatan Wajak sebesar 11 31. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah anak lahir hidup berdasarkan dua wilayah yang berbeda yaitu Wilayah Perkotaan dan Perdesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah adanya perbedaan antara usia kawin pertama nilai anak dalam keluarga pendidikan pendapatan keluarga dan jenis pekerjaan terhadap jumlah anak lahir hidup di wilayah perkotaan dan perdesaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan pendekatan komparatif dan metode survei. Penarikan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dengan responden pasangan usia subur yang pernah kawin berjumlah 98 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Analisis data menggunakan tabulasi tunggal tabulasi silang uji regresi linier berganda dan uji chi square. Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan jumlah anak lahir hidup antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada uji tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pasangan usia subur di wilayah perkotaan dan perdesaan memiliki dua orang anak saja. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan jumlah anak lahir hidup yang dimiliki pasangan usia subur di wilayah perkotaan dan wilayah perdesaan.