Tugas Akhir
Perhitungan tarif kamar rawat inap kelas VIP menggunakan activity-based costing system di RSUD Dr. Iskak Tulungagung / Trisna Rahayuning Tyas
Abstrak
RINGKASAN Tyas Trisna Rahayuning. 2019. Perhitungan Tarif Kamar Rawat Inap Menggunakan Activity-Based Costing System di RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Vega Wafaretta S.E. M.SA. Kata Kunci tarif kamar rawat inap Activity-Based Costing System Persaingan bisnis yang begitu pesat menuntut masing masing perusahaan saling beradu strategi untuk menarik konsumen. Rumah sakit merupakan salah satu contoh perusahaan jasa yang merasakan persaingan antar perusahaan yang terjadi sehingga harus terus berkembang dan berinovasi. Selama ini RSUD Dr. Iskak Tulungagung menghitung tarif menggunakan metode tradisional. Metode Activity-Based Costing System lebih baik apabila dijadikan metode perhitungan untuk menghitung tarif kamar rawat inap di rumah sakit terutama di RSUD Dr. Iskak Tulungagung untuk membantu memberikan informasi akuntansi yang tepat dalam pembebanan harga pokok produksi agar manajemen tepat pula dalam pengambilan keputusan untuk strategi penentuan harga agar dapat dijangkau masyarakat sekaligus dapat bertahan dalam persaingan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tarif kamar rawat inap kelas Paviliun VIP di Rsud Dr. Iskak Tulungagung menggunakan Activity-Based Costing System. Memilih kamar rawat inap kelas Paviliun VIP untuk di teliti dikarenakan terdapat tambahan fasilitas dibandingkan dengan kelas umum dan nominal tarif kamar lebih besar oleh karena itu jumlahnya material dan pengaruh labanya juga lebih besar. Metode Activity-Based Costing System menggunakan dasar perhitungan aktivitas yang terjadi pada masing-masing kamar dan membebankan biaya overhead ke beberapa cost driver. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif. Perhitungan tarif kamar rawat inap menggunakan Activity-Based Costing System berdasarkan empat aktivitas yang terjadi di kelas Paviliun VIP yaitu aktivitas pelayanan administrasi umum aktivitas pelayanan perawatan pasien aktivitas penginapan pasien dan aktivitas pemberian konsumsi serta ada tambahan biaya bersama antara Paviliun VIP dan VVIP yang dialokasikan berdasarkan dua aktivitas yang terdiri dari aktivitas penginapan pasien dan aktivitas pelayanan perawatan pasien yang terjadi di kelas Paviliun VIP dan VVIP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif kamar rawat inap dengan menggunakan Activity-Based Costing System bila dibandingkan dengan tarif kamar rawat inap yang ditetapkan oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung menunjukkan hasil selisih yang tidak terlalu besar. Perbedaan tersebut dikarenakan biaya bersama yang terlewatkan tidak diperhitungkan. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada penelitian ini maka peneliti dapat memberi saran agar RSUD Dr. Iskak Tulungagung menggunakan metode Activity-Based Costing System dalam menghitung biaya dan menetapkan tarif kamar rawat inap karena tarif yang ditetapkan pada masing-masing kamar tepat dan sesuai dengan aktivitas yang terjadi.