Tugas Akhir
Pembuatan busana motif ethnic wood carving mbis statue Asmat / Mellati Khoirunnisa Fithriyana
Abstrak
ABSTRAK Fithriyana K. Mellati Pembuatan Busana Motif Ethnic Wood Carving Mbis Statue Asmat. Tugas Akhir Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra.Endang Prahastuti M.Pd. Kata Kunci Motif Ethnic Wood Carving Mbis Statue suku Asmat Pemilihan kata ethnic pada busana rancangan penulis merupakan motif yang terinspirasi dari hasil seni ukiran kayu yang berasal dari suku Papua yaitu suku Asmat. Sebagian besar penduduk suku Asmat menjadikan tema utama dalam proses pemahatan patung adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka yang biasa disebut Mbis. Bagi penduduk asli suku Asmat seni ukir kayu merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya. Rancangan busana penulis memiliki judul Pembuatan Busana Motif Ethnic Wood Carving Mbis Statue Asmat . Tujuan dalam pembuatan busana bertema ethnic karena ingin menciptakan rancangan busana berhubungan dengan Indonesia dan hasil seni yang telah diciptakannya sehingga dapat melestarikan budaya Indonesia agar dinikmati oleh anak cucu hingga mancanegara.Proses pembuatan busana ini terdiri dari pembuatan desain sketsa persiapan alat pengukuran badan pembuatan poladasar-pecah pola pembuatan rancangan bahan dan harga proses cutting proses menjahit hingga finishing dan hasil jadi busana. Kesimpulan pada pembuatan busana rancangan penulis adalah warna pada busana motif ethnic yang agak pudar terkesan seperti kusam akan tetapi busana tersebut memiliki makna dan simbol dari patung Mbis.Tone warna pada keseluruhan rancangan busana dominan warna coklat dikarenakan terinspirasi dari keseharian dan pakaian adat dari penduduk suku Asmat. pemeliharaan busana pada kain harus lebih berhati-hati terutama pada saat penyucian dan pengeringan karena dapat membuat kain rusak. Pressing pada kain terutama kain suede harus lebih berhati-hati karena memiliki permukaan kasar dan bertekstur sehingga kain mudah rusak. Saran penulis dalam pemeliharaan busana dalam mencuci busana disarankan untuk mencuci dengan tangan untuk pengeringan busana disarankan dijemur jangan terlalu lama. Proses penyetrikaan hasil akhir sangat disarankan menggunakan seterika uap Hati-hati saat memilih bahan karena berpengaruh pada kain saat di printing.