Disertasi
The effects of Scaffolded Reading Experience (SRE) and Collaborative Strategic Reading (CSR) on students\' reading comprehension skill across different reading proficiency levels / Ida Pujilestari
Abstrak
RINGKASAN Lestari Ida Puji. 2019.DampakScaffolded Reading Experience (SRE) dan Collaborative Strategic Reading (CSR) terhadapKemampuanPemahamanMembacaMahasiswaBerdasarkanPerbedaan Tingkat KecapakanMembaca. Disertasi Program StudiPendidikanBahasaInggris PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Mohammad Adnan Latief M.A. PhD. (II) Prof.A. Effendi Kadarisman M.A. Ph.D (III) Dr. Johannes Ananto Prayogo M.Pd. M.Ed. Kata Kunci kemampuanmembaca Scaffolded Reading Experience (SRE) Colaborative Strategic Reading (CSR). Penggunaanscaffoldingmenjadipenelitian yang menarikdanmenjadiisubesardalampelajaranbahasaasingkarenamemilikikeuntungan yang potensial.Scaffoldingadalahsebuahmetode yang mempunyaisatu set teknikdalam proses belajarmengajar. Scaffoldingadalahmetode yang fleksibel yang dapatdiaplikasikandalam proses belajarmengajar yang bisadigunakanpadaberagamdisiplinilmu. DikarenakanmasihsedikitpenelitiantentangCollaborative Strategic Reading (CSR) di pembelajaranbahasa khususnyadalampelajaranmembacateksinformasi makadalampenelitiankuasieksperimentalini penelitimencobamencaritahutentangefektifitas CSR dibandingkanScaffolded Reading Experience (SRE) padakelasmembacadalamBahasaInggris. Penelitian ini melibatkan 28 mahasiswa Bahasa Inggris dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya yang berasal dari intact kelas yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimental pertama dengan metode SRE dan kelas eksperimental dua dengan metode CSR sebagai subyek penelitian. Berdasarkan hasil prelimenari studi menunjukkan dua grup tersebut homogen. Hal ini diketahui dari hasil ujian pre-tes yang diadakan pada awal proses belajar mengajar pada awal semester. Adapun ujian pos-test diadakan setelah dilakukan treatment dengan menggunakan kedua metode tersebut selama satu semester. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan membaca dan wawancara. Peneliti menggunakan independent sample t-test untuk menganalisa hasil post-tes mahasiswa untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan metode CSR dan SRE. Hasilpenelitianmenunjukkannilaisignifikanpadauji t-tesuntuknilaipos-tesadalah 0.265.Nilaitersebutlebihdarinilai alpha yaitu 945 0 05 (5%). Hal inimenunjukkanhipotesa null diterimasehinggatidakadaperbedaan yang signifikanantarakemampuanmembacasiswa yang diajardenganmetode CSR dankemampuanmembacasiswa yang diajardenganmenggunakanmetode SRE. Olehkarenaitu penelitatidakperlu Membuatkelompokmahasiswaberdasarkanprofisiensi level karenatidakadainteraksiantarakemampuanmembacasiswa yang diajardenganmetode CSR dankemampuanmembacasiswa yang diajardenganmenggunakanmetode SRE. Hal iniberartiduametodetersebut (CSR dan SRE) dapatdigunakanuntuksemuaprofisiensi level darisiswa. Merujukdarihasilpenemuan penelitianinifokuspadainterpretasihasilpenemuandibandingkandenganteori yang sudaheksisdanpenelitiansebelumnyauntukmemberikankontribusisecarateoritisdanpraktekatauempiris.Penelitimencobamembantumenyumbangilmupengetahuanberkaitandenganpenelitian CSR.Dalamhalini CSR melibatkanteorisosiokultural pengajaranresiprokaldanpembelajaransecarabekerjasamaataucooperative learning yang direpresentasikandalamkegiatanbelajarmenggunakanrubrik CSR yang terdiridaripembukaan prediksi memadukan kata mencarimakna kata dalambacaandan proses review. Olehkarenaitu CSR dapatdigunakansebagaisalahsatustrategialternatifdalammengajarmembacadanmemperbaikikemampuanmembacasiswa. Selainitu penelitianinijugamemberikan saran danimplikasipendidikanuntukpengajaranBahasaInggrisdalamkonteks Negara Indonesia terutamapada level perguruantinggi. Yang pertama penemuanpenelitiansecarakualitatifdankuantitatifmenunjukkanefekpositifdaripenggunaanmetode CSR untukmahasiswaterutamapadapencarian ide pokokdalamteksbacaandanmencariinformasi yang spesifik.Yang kedua CSR menawarkanpendekatanalternatif yang berkaitandenganpenyelesaianmasalahpadakelas yang masihbersifatpengajaranterpusatpadakelas-kelas di Indonesia padaumumnyadimanasiswatidakdiperhitungkandalamkelasdansiswabiasanyabersifatpasifsaatpelajaran di kelastanapadainteraksidengansiswalainnya.MakamengajarmembacadalamBahasaInggrisdengankolaborasidapatmembantu guru ataudosenmenciptakankondisi yang efektifdaninteraktifsehingga guru dapatmengenalikekuatandankelemahansiswanyasecaraindividudanmenyediakanpendampinganuntukmeningkatkanpotensibelajarsiswa.