Skripsi
Pengembangan bahan ajar interaktif bermuatan think pair share untuk menumbuhkan kecakapan berpikir kreatif mata pelajaran simulasi digital siswa SMK kelas X Jurusan Multimedia SMKN 1 Ngasem Kediri / Nur Rohib
Abstrak
ABSTRAK Rohib Nur. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Bermuatan Think Pair Share untuk Menumbuhkan Kecakapan Berfikir Kreatif Mata Pelajaran Simulasi Digital Siswa SMK Kelas X Jurusan Multimedia SMKN 1 Ngasem Kediri Pembimbing (I) Dr. Muladi S.T. M.T. (II) I Made Wirawan S.T. S.S.T. M.T. Kata Kunci Pengembangan bahan ajar think pair share (TPS) simulasi digital. Mata pelajaran Simulasi Digital merupakan salah satu mata pelajaran produktif bagi peserta didik SMK kelas X. Model pembelajaran Think Pair Share merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa (Trianto 2010 81). Peserta didik dapat mengetahui masalah dengan melakukan diskusi. Dari hasil observasi pada kelas X Jurusan Multimedia pada mata pelajaran Simulasi Digital permasalahan yang ditemukan antara lain (1) tidak tersampaikannya materi yang disusun oleh Kemendikbud secara baik terhadap sekolah (2) perkembangan pembelajaran yang ada di sekolah saat ini masih bersifat teacher center atau masih mengandalkan guru atau tutor dalam belajar (3) kurangnya interaksi yang dihadapi siswa dengan bahan ajar. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut maka dibuatlah pengembangan bahan ajar interaktif pada mata pelajaran Simulasi Digital untuk memfasilitasi guru dan siswa mendapatkan informasi dan tersampaikannya konsep pembelajaran kepada siswa SMK. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah (1) merancang bahan ajar interaktif pada mata pelajaran Simulasi Digital (2) membuat bahan ajar interaktif pada mata pelajaran Simulasi Digital (3) mengembangkan strategi pembelajaran yaitu dengan menggunakan think pair share (4) menguji kelayakan bahan ajar interaktif pada mata pelajaran Simulasi Digital. Evaluasi penelitian dan pengembangan ini dilakukan berdasarkan hasil angket siswa angket ahli ujicoba produk dan ujicoba pemakaian. Uji coba dilaksanakan selama bulan April. Ahli media memvalidasi produk dengan hasil persentase 86.72%. Ahli materi memvalidasi produk dengan hasil persentase 89.06%. Penerapan bahan ajar menghasilkan nilai dari ujicoba produk sebesar 85.07%. Penerapan bahan ajar melalui ujicoba pemakaian mendapatkan persentase sebesar 87.00% dan nilai ujicoba terhadap kecakapan berfikir kreatif siswa dengan persentase sebesar 72.22 %.