Disertasi
Model teoritik faktor-faktor penangkal stres akademik mahasiswa / Zamroni
Abstrak
RINGKASAN Zamroni. 2018. Model Teoritik Faktor-Faktor Penangkal Stres Akademik Mahasiswa. Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Nur Hidayah M.Pd (II) Dr. M. Ramli M.A. (III) Dr. IM. Hambali M.Pd. Kata Kunci model faktor-faktor penangkal stres akademik mahasiswa Prevalensi stres akademik di kalangan mahasiswa diketahui dari beberapa hasil penelitian menunjukkan angka yang tinggi dan cukup mengkhawatirkan. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada perguruan tinggi di Indonesia tetapi juga terjadi secara merata di penjuru dunia. Pengalaman belajar di perguruan tinggi bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani mahasiswa. Banyak mahasiswa mengeluhkan tantangan dan kesulitan akademik yang dihadapi selama belajar di perguruan tinggi. Tantangan dan kesulitan akademik ini berpotensi menimbulkan stres pada diri mahasiswa terutama mahasiswa semester pertama. Stres akademik sudah banyak diteliti dari perspektif teori stres sebagai strain (berorientasi respon) maupun perspektif teori stres sebagai stressor (berorientasi stimulus) tetapi stres akademik belum banyak dikaji dari perspektif teori stres sebagai transaction yang menekankan pada faktor-faktor atau variabel-variabel positif misalnya academic hardiness harga diri dukungan sosial dan challenge appraisal yang mampu memberikan efek penangkal dan pelindung (buffering effect) bagi mahasiswa dalam menghadapi dan mengatasi situasi stres akademik di perguruan tinggi. Ketiga variabel diduga mampu menurunkan stres akademik secara langsung dan tidak langsung yang dimediasi oleh challenge appraisal melalui mekanisme reappraisal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian model teoritik faktor-faktor penangkal stres akademik mahasiswa dengan realitas empiris di lapangan (hipotesis mayor). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peran masing-masing dari ketiga variabel academic hardiness harga diri dan dukungan sosial dalam menurunkan stres akademik mahasiswa secara langsung maupun secara tidak langsung yang dimediasi oleh challenge appraisal (hipotesis minor) dalam mekanisme buffering effect. Pendekatan penelitian yang digunakan berbentuk kuantitatif korelasional untuk menguji hubungan di antara tiga variabel eksogen satu variabel endogen dan dua variabel mediator dalam suatu model struktural melalui prosedur statistik structural equation modelling (SEM). Populasi penelitian terdiri dari seluruh mahasiswa semester pertama di seluruh PTKIN (UIN IAIN STAIN) di Jawa Timur yang tersebar di 31 fakultas dan 163 jurusan/program studi. Sampel penelitian berjumlah 290 mahasiswa yang diperoleh dari 29 program studi melalui two-stage random sampling yaitu cluster random sampling dan individual random sampling yang telah memenuhi perbandingan jumlah sampel (N) dengan parameter model (q). Instrumen penelitian meliputi (1) Skala Academic Hardiness dengan factor loading 0 354 0 628 dan reliabilitas 0 752 (2) Skala Harga Diri dengan factor loading 0 692 0 762 dan reliabilitas 0 753 (3) Skala Dukungan Sosial dengan factor loading 0 793 0 858 dan reliabilitas 0 881 (4) Skala Primary Appraisal dengan factor loading 0 546 0 657 dan reliabilitas 0 693 (5) Skala Secondary Appraisal dengan factor loading 0 476 0 658 dan reliabilitas 0 633 dan (6) Skala Stres Akademik dengan factor loading 0 646 0 768 dan reliabilitas 0 828. Model ukuran absolute fit measures digunakan dalam menganalisis data penelitian untuk menilai kelayakan model struktural melalui tiga kriteria Chi-Square (X2) atau CMIN GFI dan RMSEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model teoritik faktor-faktor penangkal stres akademik mahasiswa memperoleh dukungan empiris dengan nilai determinasi sebesar R2 43% (hipotesis mayor). (2) Academic hardiness ( -0 518 p 0 05) dan harga diri ( -0 508 p 0 001) berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan stres akademik sedangkan dukungan sosial ( 0 051 p 0 05) primary appraisal ( 0 082 p 0 05) dan secondary appraisal ( 0 272 p 0 05) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stres akademik. Selain itu academic hardiness ( 0 812 p 0 001) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan primary appraisal sedangkan secondary appraisal ( -0 255 p 0 05) berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan primary appraisal. Adapun academic hardiness ( 0 655 p 0 001) dan harga diri ( 0 180 p 0 05) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan secondary appraisal sedangkan dukungan sosial ( -0 096 p 0 05) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap secondary appraisal (hipotesis minor). Berdasarkan temuan penelitian diketahui bahwa academic hardiness dan harga diri merupakan variabel yang secara definitif terbukti signifikan sebagai variabel penangkal stres akademik mahasiswa sedangkan dukungan sosial primary appraisal dan secondary appraisal tidak terbukti secara signifikan sebagai variabel penangkal stres akademik mahasiswa. Selain itu primary appraisal dan secondary appraisal juga tidak mampu memediasi hubungan antara academic hardiness harga diri dan dukungan sosial dengan stres akademik mahasiswa melalui mekanisme reappraisal dalam buffering model. Temuan penelitian memberikan kontribusi pada keilmuan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi terutama pada komponen pelayanan dasar yang mencakup kegiatan asesmen dan program psikoedukasi. Sebagai upaya preventif-developmental konselor perlu melakukan asesmen kebutuhan perkembangan konseli berkenaan dengan tingkat academic hardiness dan harga diri otentik mahasiswa untuk ditindaklanjuti dalam program psikoedukasi yang terdiri dari 6 10 anggota kelompok dalam menangkal dan menghindarkan mahasiswa dari potensi terjadinya stres akademik selama belajar di perguruan tinggi. Temuan penelitian juga menegaskan adanya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi khususnya PTKIN.