Skripsi
Pengaruh integrasi Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) dalam model learning cycle 7E terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas VIII pada materi tekanan zat / Siti Aisyah Rohmatin
Abstrak
RINGKASAN Rohmatin Siti Aisyah. 2019. Pengaruh Integrasi Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) dalam Model Pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Tekanan Zat. Skripsi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Parno M.Si (II) Novida Pratiwi S.Si. M.Sc. Kata Kunci STEM Learning Cycle 7E berpikir kritis. Pembelajaran IPA memiliki tujuan agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thingking Skills) dan salah satu dari kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut adalah kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia masih rendah. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang cenderung menekankan aspek pemahaman berdasarkan ingatan atau hafalan. Penggunaan pendekatan STEM dapat mendorong siswa untuk mengasah kognitif manipulatif dan afektif mendesain mengembangkan dan memanfaatkan teknologi serta mengaplikasikan pengetahuan. Pendekatan STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 11 soal uraian dengan reliabilitas 0 79 pada 72 siswa SMPN 4 Malang yang terdiri dari 36 siswa kelas VIII E sebagai kelas eksperimen dan 36 siswa kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran learning cycle 7E. Instrumen yang digunakan telah melalui uji ahli sebelum digunakan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji- t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan pendekatan STEM model pembelajaran learning cycle memiliki rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa lebih tinggi yaitu 74 41 dibandingkan dengan rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model learning cycle 7E yaitu 64 25. Hal ini diindikasikan oleh hasil uji t-test kemampuan berpikir kritis siswa didapatkan thitung (4.60) ttabel (1.99). Hasil ini diperoleh dikarenakan keempat aspek STEM (science technology engineering and mathematics) yang terintegrasi ke dalam sintaks learning cycle 7E membantu siswa dalam memahami masalah yang disajikan dan mengaitkan dengan materi yang dipelajari. Oleh sebab itu siswa dapat mengaplikasikan konsep yang baru diterima kedalam fenomena fakta atau teknologi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini perlu dilanjutkan untuk mengkaji STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E terhadap indikator kemampuan berpikir kritis yang lain.