Skripsi
Pengaruh model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 3 Singosari kelas VII pada kegiatan menganalisis pencemaran lingkungan / Silva Ayu Indah Permata
Abstrak
RINGKASAN Permata S A. I. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Problem-based Learning (Pbl) Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMPN 3 Singosari Kelas VII pada Kegiatan Menganalisis Pencemaran Lingkungan. Skripsi Program Stusi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Novida Pratiwi S.Si. M.Sc. (2) Sugiyanto S.Pd. M.Si. Kata Kunci PbL kearifan lokal kemampuan pemecahan masalah pencemaran lingkungan Pembelajaran IPA di SMP/MTs menekankan pada kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran Problem-based Learning (PbL) dan dikembangkan berdasarkan kearifan lokal. Problem-based Learning (PbL) berbasis kearifan lokal menfasilitasi siswa untuk fokus pada masalah nyata sebagai suatu konteks yang dapat digunakan untuk belajar sehingga dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada materi pencemaran lingkungan menjadi lebih baik. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem-based Learning (PbL) terhadap kemampuan pemecahan siswa. Penelitian ini merupakan Quasi Eksperiment dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah kelas VII G dan VII I SMP Negeri 3 Singosari sebanyak 62 siswa masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah siswa. Analisis data meliputi uji kemampuan awal pada data pretest dan uji perbedaan rata-rata pada data posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem-based Learning (PbL) berbasis kearifan lokal berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis data posttest menunjukkan bahwa nilai signifikan 0 000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 945 0 05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0 646 (sedang) lebih besar daripada kelas kontrol sebesar 0 484 (sedang). Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Problem-based Learning (PbL) berbasis kearifan lokal lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.