Skripsi
Hubungan tingkat sosial ekonomi, konsumsi tablet tambah darah, kebiasaan makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMA Laboratorium UM Kota Malang / Rima Puspita Dewi
Abstrak
RINGKASAN Dewi Rima Puspita. 2019. Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Konsumsi Tablet Tambah Darah Kebiasaan Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMA Laboratorium UM Kota Malang. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sapto Adi M.Kes. (II) dr. Desi Ariwinanti M.PH. Kata Kunci anemia sosial ekonomi tablet tambah darah kebiasaan makan aktivitas fisik. Salah satu masalah gizi dan kesehatan remaja terutama pada remaja putri yaitu anemia. Anemia pada remaja putri di Kota Malang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat tertinggi dalam usia remaja 12 hingga 18 tahun. Dari data Dinas Kesehatan Kota Malang tahun 2017 di Kota Malang usia 12-14 tahun yang menderita anemia sejumlah 158 untuk perempuan dan 108 orang untuk laki-laki. Sedangkan rentang usia 15-18 tahun penderita anemia pada perempuan sejumlah 273 orang dan laki-laki berjumlah 42 orang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor apakah yang berhubungan dengan kejadian anemia remaja putri siswa SMA Laboratorium UM Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang terdiri dari pendidikan ibu dan pekerjaan ayah konsumsi tablet tambah darah kebiasaan makan yang terdiri dari frekuensi makan konsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi konsumsi makanan pemacu penyerapan zat besi dan pantangan makanan serta aktivitas fisik yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Laboratorium UM Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 68 siswa yang diambil total sampling dari jumlah populasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah pemeriksaan kadar hemoglobin dan kuesioner. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan ( 945 5%) 0 05. Dari hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia pada remaja putri SMA Laboratorium UM Kota Malang adalah tingkat pendidikan ibu (p 0 02) pekerjaan ayah (p 0 046) dan kebiasaan mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi (p 0 024). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan secara signifikan adalah konsumsi tablet tambah darah (p 0 361) frekuensi makan (p 1 000) kebiasaan mengkonsumsi makanan pemacu penyerapan zat besi (p 0 731) pantangan makanan (p 0 564) dan aktivitas fisik (p 0 833). Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan ibu pekerjaan ayah dan kebiasaan mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia remaja putri SMA Laboratorium UM Kota Malang. Disarankan perlu adanya pendidikan gizi pada pada remaja putri serta dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi energi protein dan makanan pemacu penyerapan zat besi.