Skripsi
Konstruksi sosial masyarakat atas pendidikan anak yatim non panti (studi di Taman Pendidikan Al-Qur\'an (TPQ) Brrul Walidain Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang) / Tamziyz Hidayatulloh
Abstrak
ABSTRAK Hidayatulloh Tamziyz. 2019. Konstruksi Sosial Masyarakat Atas Pendidikan Anak Yatim Non Panti (Studi di TPQ Birrul Walidain Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang). Skripsi Jurusan Sosiologi Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. H. Nur Hadi M.Pd. M.Si Kata Kunci Al-Qur an Kaum Marginal Pendidikan Anak Yatim Non Panti Konstruksi Sosial Masyarakat Didalam Al-Qur an Alloh SWT. menyebutkan perintah peduli terhadap anak yatim sebanyak 23 kali. Anak yatim termasuk dalam kategori lapisan masyarakat yang marginal atau tersisihkan. Terdapat dua kategori anak yatim di masyarakat yaitu anak yatim non panti dan anak yatim panti. Selama ini anak yatim non panti kurang diperhatikan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia khususnya di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Sejarah Pendidikan anak yatim non panti (2) proses pelaksanaan pendidikan anak yatim non panti (3) dan menganalisis konstruksi sosial masyarakat atas pendidikan anak yatim non panti di TPQ Birrul Walidan Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsif kualitatif kemudian teknik pengambilan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian di TPQ Birrul Walidain Pondok pesantren Anwarul Huda yang terletak di Jalan candi III nomor 454 Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang. Hasil penelitian ini yaitu (1) Sejarah Pendidikan anak yatim bermula dari ide KH.Baidhowi Muslich untuk menjalankan perintah peduli terhadap anak yatim dan para kaum dhuafa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang. Ide tersebut awalnya diterapkan dimasjid Jami Kota Malang dilihat berhasil maka akhirnya diterapkan juga di Pondok Pesantren Anwarul Huda yang merupakan Pondok Asuhan beliau. (2) Proses Pelaksanaan Pendidikan anak yatim non panti ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap perekrutan tahap pembinaan dan tahap lulusan. Tahap pembinaan dibagi menjadi pembinaan untuk orangtua wali anak yatim pembinaan untuk anak yatim dan pembinaan untuk guru anak yatim. (3) Konstruksi sosial masyarakat atas pendidikan anak yatim dibangun atas dasar QS. Al-Ma un ayat 1-2. Tujuan pendidikan tersebut 1) melaksanakan perintah Alloh SWT. 2) mendekatkan anak yatim kepada Alloh SWT. 3) mencetak anak yatim yang sholih dan sholihah. 4) sosial kemanusiaan dan 5) melindungi anak yatim dari kristenisasi. Pandangan masyarakat terbagi menjadi tiga tipologi yaitu 1) masyarakat santri memandang pendidikan anak yatim ini baik untuk inspirasi pondok pesantren atau lembaga sosial lainnya. 2) masyarakat sekitar memandang positif untuk kemajuan masyarakat dalam peduli terhadap keberadaan anak yatim non panti 3) orangtua wali memandang positif karena anak yatim dapat terisi penguatan pendidikan agamanya. Berdasarkan hasil dalam penelitian ini penulis menyarankan kepada lembaga sosial pondok pesantren bahkan pemerintah untuk menjadikan wacara ini sebagai sarana inspirasi pengadaan pendidikan anak yatim non panti ditempat lainnya.