Skripsi
Problematika belajar bahasa Indonesia mahasiswa asing Program Darmasiswa di Universitas Negeri Malang tahun 2019 / Nur Kamila Shofia
Abstrak
RINGKASAN Shofia Nur Kamila. 2019. Problematika Belajar Bahasa Indonesia Mahasiswa Asing Program Darmasiswa di Universitas Negeri Malang Tahun 2019. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd Kata Kunci problematika materi ajar proses belajar latar belakang budaya BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) adalah istilah untuk program pembelajaran bahasa Indonesia yang dikhususkan untuk warga negara asing. Saat ini Program BIPA Universitas Negeri Malang (UM) sedang melaksanakan beberapa program yang menjadi subjek penelitian yaitu mahasiswa program Darmasiswa. Beberapa mahasiswa asing memilih pergi ke Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia karena proses belajarnya akan lebih instensif daripada belajar bahasa Indonesia di negara asal. Berada di lingkungan penutur asli bahasa Indonesia membuat proses belajar bahasa Indonesia akan lebih mudah karena mahasiswa akan membiasakan diri untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia baik dengan mahasiswa BIPA yang lain maupun dengan penutur asli. Namun pada praktiknya muncul sejumlah problematika pada proses belajar bahasa Indonesia. Problem yang terjadi pada setiap mahasiswa tentunya akan berbeda dan disebabkan oleh faktor yang berbeda. Di samping itu mahasiswa harus mampu mencapai tujuan pembelajaran meskipun terdapat sejumlah hambatan yang muncul. Segala problematika yang muncul merupakan hal yang sesuai dengan kebutuhan dan proses pembelajaran mahasiswa asing. oleh sebab itu problematika belajar Bahasa Indonesia mahasiswa asing menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika belajar Bahasa Indonesia mahasiswa asing di UM. Selanjutnya penelitian ini difokuskan pada problematika pemahaman materi ajar problematika belajar dan perbedaan latar belakang budaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang berisi informasi yang diperoleh dari catatan hasil wawancara berupa transkrip hasil wawancara yang diperoleh dari kegiatan wawancara dengan mahasiswa asing dengan menggunakan panduan wawancara yang berisi petunjuk wawancara dan pertanyaan. Instrumen kunci penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu oleh instrumen lainnya yakni pedoman wawancara panduan kodifikasi data panduan analisis data. Analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data mengidentifikasi data mengklasifikasikan data analisis data dan penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil analisis data diketahui hasil penelitian tentang problematika pemahaman materi ajar Pertama Problematika yang berkaitan dengan materi ajar meliputi (a) problematika struktur materi ajar yang ditemukan mahasiswa mengenai adanya pengulangan materi pada buku ajar yang digunakan dari buku tingkat A1-C2 bentuk latihan yang sama dengan latihan sebelumnya pada buku tingkat A1-C2 (b) problematika pemahaman isi materi ajar yaitu berkaitan dengan kurangnya materi tata bahasa yang ada pada buku ajar yang digunakan seperti pada buku A2 tidak ditemukan materi tata bahasa khususnya materi imbuhan. Materi budaya yang hanya ada pada akhir tiap bab dan ditemukan pada buku tingkat B1-C2. Kosa kata baru atau asing yang masih belum diketahui maknanya dan imbuhan atau afikasasi yang hampir semua mahasiswa mengalami kesulitan ketika memahami materi imbuhan. Bentuk afiks yang menjadi problem mahasiswa asing yaitu afiks meN-kan afiks ber- afiks -kan dan meN-. Problematika yang ditemukan mahasiswa dikarenakan masih kurangnya pemahaman terkait materi ajar berupa kosakata yang belum diketahui dan khususnya karena materi imbuhan yang banyak dan belum mahasiswa pahami menjadi problem yang di alami mahasiswa ketika mempelajari bahasa Indonesia. Problematika belajar yang ditemukan mahasiswa asing yaitu dikhususkan pada faktor situasional atau kondisi belajar. Problematika yang ditemukan yaitu problematika (a) waktu belajar efektif yang digunakan di kelas (b) sikap belajar berupa rasa bosan ketika belajar yang disebabkan oleh materi ajar pengajar dan dari diri mahasiswa sendiri. Kesulitan mahasiswa dalam berkonsentrasi ketika belajar dikarenakan suasana yang ramai ketika belajar di luar kelas datang terlambat atau adanya rasa bosan dan (c) kurangnya sarana prasarana dalam mendukung keberlangsungan proses belajar bahasa Indonesia. Berdasarkan temuan penelitian tersebut disimpulkan Pertama Problematika yang berkaitan dengan pemahaman materi ajar berupa struktur materi dan isi materi ajar yang menjadi problem mahasiswa. Kedua Problematika belajar yaitu berupa problematika waktu belajar yang digunakan di kelas. Sikap belajar yang muncul berupa kebosanan dan kesulitan berkonsentrasi ketika belajar di kelas. Kurangnya sarana prasarana menjadi salah satu problem mahasiswa. Berdasarkan paparan di atas faktor internal dan eksternal mahasiswa menjadi faktor munculnya problematika ketika belajar bahasa Indonesia di Universitas Negeri Malang. Oleh karena itu ditemukan beberapa saran. Pertama problem mahasiswa terkait sarana dan prasarana dapat di perbaiki dengan melengkapi sarana yang belum tersedia. Kedua bagi penyusun bahan ajar yang akan digunakan mahasiswa asing perlu lebih memperhatikan penyajian materi dan melakukan uji coba terlebih dulu sehingga buku ajar tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa asing. Ketiga bagi pengajar BIPA hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan evaluasi mengenai ketercapaian proses belajar mahasiswa asing. Bagi calon pengajar BIPA perlu memiliki kompetensi terkait pembelajaran mahasiswa asing sehingga kesalahan saat pembelajaran tersebut dapat diatasi.