Skripsi
Wicara publik guru pada pidato upacara di MINU Sumberpasir Kecamatan Pakis Kabupaten Malang / Ahmad Aizat Afiq
Abstrak
RINGKASAN Afiq Ahmad Aizat. 2019. Wicara Publik Guru pada Pidato Upacara di MINU Sumberpasir Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Dwi Saksomo M.Si. Kata Kunci wicara publik pidato gagasan performansi tutur Keterampilan berbahasa dikelompokkan menjadi 4 yaitu menyimak berbicara membaca dan menulis. Keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif dibagi menjadi menyimak dan membaca sedangkan yang bersifat produktif dibagi menjadi berbicara dan menulis. Berbicara merupakan penyampaian pikiran dan perasaan secara lisan. Kegiatan berbicara dapat dilakukan secara perorangan dan di hadapan banyak orang atau yang disebut wicara publik. Wicara publik dapat berupa ceramah orasi atau pidato. Wicara publik pidato dilakukan orang yang berinteraksi dengan banyak orang seperti guru dengan siswa-siswi. Penelitian ini difokuskan untuk meneliti aspek gagasan dan performansi tutur wicara publik guru pada pidato upacara di MINU Sumberpasir. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Data yang digunakan penelitian ini adalah data verbal berupa kutipan kata dan kalimat hasil transkripsi video pidato guru. Sumber data yang digunakan adalah rekaman pidato guru pada upacara di MINU Sumberpasir. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah peneliti sebagai sebagai instrumen kunci. Instrumen pendukung penelitian ini adalah tabel pedoman pengkodean pengumpulan dan analisis data. Prosedur pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun tahap analisis data penelitian ini yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yaitu pengujian kepada dosen pembimbing rekan peneliti dan membaca secara berulang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dirumuskan dua aspek gagasan dalam Wicara Publik Guru pada Pidato Upacara di MINU Sumberpasir Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Dua aspek gagasan yang dirumuskan adalah (1) sistematika gagasan yang meliputi pembukaan dengan doa sebagai identitas sekolah berbasis agama tema kehidupan dan peristiwa penting interaksi sebagai pemberian rangsangan umpan balik kesimpulan sebagai penegasan hal penting dan penutupan untuk mengakhiri pidato serta (2) kejelasan gagasan yang meliputi informasi inti sebagai penyebutan hal penting dan hal konkret yang mempermudah pemahaman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dirumuskan tiga aspek performansi tutur dalam Wicara Publik Guru pada Pidato Upacara di MINU Sumberpasir Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Tiga aspek performansi tutur yang dirumuskan adalah (1) performansi artikulasi yang meliputi penguasaan vokal berdasarkan huruf dan pengucapan kata sebagai cara mengatasi kesalahan pengucapan kata (2) performansi intonasi yang meliputi penggunaan nada tinggi dan rendah sebagai penegasan informasi serta penggunaan tekanan sebagai pemberian informasi dan pemberian interaksi serta (3) perfomansi jeda yang meliputi pemenggalan kata sebagai wujud mengatasi kesalahan pengucapan kata dan pemenggalan kalimat agar informasi yang disampaikan secara perlahan mudah dipahami pendengar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dirumuskan saran untuk guru yaitu memerhatikan gagasan dan performansi tutur saat sedang berbicara di depan umum. Guru perlu memerhatikan gagasan melalui sistematika gagasan dan pemberian informasi dengan ilustrasi sederhana. Guru juga perlu memerhatikan performansi tutur melalui penguasaan kemampuan pengolahan suara agar siswa-siswi menerima informasi dengan jelas. Selain itu saran untuk peneliti lain yaitu memahami hal-hal yang perlu dikembangkan dalam kegiatan wicara publik pada penelitian selanjutnya. Peneliti lain perlu mengembangkan hal penting dalam gagasan agar ditemukan hasil yang beragam. Peneliti lain juga perlu mengembangkan hal penting dalam pengolahan suara agar para pendengar menerima informasi dengan jelas.