Skripsi
Peran guru sejarah dalam meningkatkan nasionalisme siswa kelas XI IPA SMA Mataram Tempursari / Faris Sandi Puspito
Abstrak
i ABSTRAK Faris Sandi Puspito. 2018. Peran Guru Sejarah Dalam Meningkatkan Nasionalisme Siswa Kelas XI IPA SMA Mataram Tempursari. Skripsi Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Kasimanuddin Ismain M.Pd Kata Kunci Peran Guru Nasionalisme Sejarah. Sikap Nasionalisme di kalangan siswa dewasa ini tergolong memprihatinkan seperti tawuran pelajar tidak khidmat mengikuti upacara kurang hafal lagu-lagu nasional tidak hafal pancasila sehingga perlu ditingkatkan nasionalisme untuk kebaikan anak Bangsa. SMA Mataram Tempursari merupakan salah satu sekolah favorit di Kecamatan Tempursari. Selain itu sekolah ini banyak menciptakan siswa-siswa yang berprestasi. Penelitian ini di laksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup sikap nasionalisme siswa kelas XI IPA SMA Mataram Tempursari dan peran guru dalam meningkatkan rasa nasionalisme di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi wawancara dan dokumentasi. Informan yang diwawancarai adalah siswa kelas XI IPA dan guru sejarah SMA Mataram Tempursari. Analisis data dimulai dari reduksi display data verifikasi. Dalam pengecekan keabsahan temuan dengan melakukan triangulasi. Hasil penelitian dalam penetian ini sebagai berikut sikap Nasionalisme dikalangan siswa SMA Mataram Tempursari yaitu sikap Nasionalisme dalam hal cinta tanah air cinta budaya Indonesia menghargai jasa para pahlawan toleransi antar suku ras dan Agama serta rela berkorban. Peran guru sejarah SMA Mataram Tempursari dalam meningkatkan sikap nasionalisme siswa sudah baik hal ini ditunjukkan dalam proses pembelajaran antara lain selalu menyampaikan kisah-kisah keteladanan pahlawan. Peran guru dalam meningkatkan nasionalisme di SMA Mataram diantaranya sebagai berikut guru sejarah sebagai pembimbing guru sejarah sebagai pembawa cerita guru sejarah sebagai evaluator guru sejarah sebagai pendororng kreativitas guru sejarah sebagai teladan dan guru sejarah sebagai motivator. Saran untuk membangun pembelajaran sejarah dalam penanaman nasionalisme diantaranya Siswa harus lebih memperhatikan guru dalam proses belajar lebih memaknai proses dalam cerita sejarah tidak hanya mengerti apa yang diceritakan sejarah. Guru sejarah dalam mengajar lebih bervariasi jangan bosan-bosan membuat hal baru dalam pembelajaran sejarah karena sejarah merupakan kenangan indah yang dapat membuat bangsa indonesia menjadi bangsa persatuan tanpa perpecahan dengan nasionalisme-nya.