Skripsi
Analisis pengembangan ekonomi lokal kampung wisata durian terhadap perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat petani di Kecamatan Songgon / Zain Fahmi Febriyanto
Abstrak
RINGKASAN Febriyanto Zain Fahmi. 2019. Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal Kampung Wisata Durian Terhadap Perekonomian Daerah dan Pendapatan Masyarakat Petani di Kecamatan Songgon. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hadi Sumarsono S.T. M.Si. Kata Kunci Pengembangan Ekonomi Lokal Heksagonal PEL Pendapatan Masyarakat Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Mulai dari wisata alam wisata budaya wisata pertanian dan wisata lainnya yang mulai dikenal oleh masyarakat secara luas. Kabupaten Banyuwangi menerapkan sistem Triangel Diamond yang menitikkan tiga tempat wisata besar yang diantaranya adalah Wisata Kawah Ijen wisata Pantai G-Land dan Wisata Baluran. Dengan adanya Triangel Diamond diharapkan dapat mempengaruhi perkembangan kawasan wisata disekitarnya sehingga kawasan wisata di Banyuwangi dapat dikembangkan secara keseluruhan. Salah satu efek dari pengembangan sistem Triangel Diamond tersebut adalah Kawasan Wisata Durian yang merupakan bertempat di daerah kaki Gunung Ijen yang bertempat di Kecamatan Songgon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan alat analisis aspek Heksagonal PEL dengan menggunakan alat analisis RALED (Rapid Assesement Technique for Local Economic Development). Populasi pada penelitian ini adalah kampung wisata durian yang bertempat di Desa Songgon Kabupaten Banyuwangi dan menggunakan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi PEL di Desa Songgon dari keenam aspek yang terdiri dari aspek kelompok sasaran aspek faktor lokasi aspek kesinergian dan fokus kebijakan aspek pembangunan berkelanjutan aspek tata pemerintahan dan aspek proses manajemen. Kondisi keenam aspek pengembangan ekonomi lokal di Desa Songgon menunjukkan bahwasanya aspek dengan nilai indeks tertinggi yaitu pada aspek faktor lokasi dan aspek yang memiliki nilai terendah terletak pada aspek kesinergian dan fokus kebijakan.