Skripsi
Pengaruh kecukupan asupan energi dan status gizi terhadap tingkat kelelahan kerja pada tenaga kerja bagian menjahit PT. Dwi Putra Perkasa Garment Malang 2019 / Dona Irham Permana
Abstrak
RINGKASAN Permana Dona Irham. 2019. Pengaruh Kecukupan Asupan Energi dan Status Gizi terhadap Tingkat Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Menjahit PT. Dwi Putra Perkasa Garment Malang. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. Mardji M.Kes . (II) Tika Dwi Tama S.KM M.Epid. Kata Kunci asupan energi status gizi kelelahan kerja IFRC Kelelahan kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering ditemui di lingkungan kerja. Sebesar 69% pekerja mengalami kelelahan di tempat kerja. Dari meta-analysis yang dilakukan National Council Safety pada tahun 2014 dari 27 studi observasional diperkirakan 13% cidera di tempat kerja dapat dikaitkan dengan kelelahan. Kelelahan di tempat kerja dapat mempengaruhi pekerja dalam beberapa rentangan level konsekuensi. Kelelehan kerja dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif pekerja mengalami microsleeps dan meningkatkan risiko yang mengancam keselamatan. Terjadinya kelelahan kerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa diantaranya ialah kecukupan asupan energi dan Status Gizi. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi pengaruh dari kecukupan asupan energi dan status gizi terhadap tingkat kelelahan kerja pada pekerja bagian menjahit PT. Dwi Putra Perkasa Garment Malang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa instrument penelitian. Untuk mengumpulkan data kecukupan asupan energi menggunakan metode food recall 2X24 hours pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk status gizi serta kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk tingkat kelelahan kerja. Analisis penelitian ini menggunakan uji statistik regresi linear berganda. Berdasar hasil yang didapatkan dari penelitian diketahui sebagian pekerja besar responden berusia 18-26 tahun (36 3%) dengan proporsi berjenis kelamin laki-laki (30 6%) dan perempuan (69 4%). Kecukupan asupan energi yang tidak terpenuhi sebesar (83 3%). Pekerja yang memiliki status gizi tidak normal sebesar (52 7%) dan pekerja yang mengalami tingkat kelelahan kerja yang tergolong sedang sebesar (41 7%). Dari hasil perhitungan bahwa terdapat pengaruh kecukupan asupan energi dan status gizi terhadap tingkat kelelahan kerja dengan perolehan F hitung 0 002