Disertasi
Pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual pada mata pelajaran PKn siswa kelas VII / Sumarwoto
Abstrak
ABSTRAK Sumarwoto. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran Pkn Siswa Kelas VII. Disertasi Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari M.Ed Pembimbing (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd dan Pembimbing (III) Prof. Dr. H. Suko Wiyono SH. M.H kata kunci pembelajaran kontekstual bahan ajar pendidikan kewarganegaraan Penyusunan bahan ajar kontekstual menjadi sangat penting sebagai inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa di sekolah khususnya di SMP Negeri 1 Pule Trenggalek. Adapun penjelasan terkait pembelajaran kontekstual ini siswa belajar melalui lingkungan dan melibatkan pengalamannya untuk memaknai objek yang dipelajarinya. Siswa secara mandiri memiliki peluang untuk membangun (mengkonstruksi) suatu pengetahuan (konsep) dari pengalaman dan lingkungannya. Dengan membangun pengetahuan secara mandiri siswa berpeluang untuk memperluas menguatkan dan menerapkan kemampuan akademiknya dalam berbagai tatanan kehidupan. Menghubungkan materi dengan aktivitas keseharian siswa diharapkan akan memberikan dampak positif dalam cara berpikir bertindak dan memberikan pengalaman lebih bermakna dalam belajar sehingga siswa memiliki perasaan bahwa apa yang dipelajari di sekolah memberikan manfaat dapat diimplementasikan serta materi yang diajarkan terkesan akan sangat mudah bagi siswa karena telah dilalui atau dialami siswa dalam kehidupan sehari-harinya. Model pengembangan yang dilakukan mengacu pada model Degeng yang mengemukakakan delapan langkah desain pembelajaran yang berkonteks model elaborasi yaitu 1) analisis tujuan dan karakteristik tujuan bidang studi 2) analisis sumber belajar (kendala) 3) analisis karakteritik si-belajar 4) menetapkan tujuan belajar dan isi pembelajaran 5) menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran 6) menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran 7) menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran 8) mengembangkan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. Kedelapan langkah tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yakni analisis kondisi pembelajaran pengembangan strategi pembelajaran dan pengembangan prosedur pengukuran hasil belajar. Berdasarkan penerapan bahan ajar kontekstual di kelas diperoleh hasil yaitu terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang di awal adalah 74 67 menjadi 78 00. pada siswa di kelas 7A. Sedangkan pada siswa kelas 7B terjadi peningkatan hasil belajar yaitu 76 00 menjadi 79 17. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa peningkatan hasil belajar yang diajar menggunakan bahan ajar berbasis kontekstual mencapai di atas 25%. Ini lebih besar apabila dibandingkan kelas yang menggunakan buku pendamping dengan rata-rata di bawah 13%. Di samping itu sebagian besar siswa mengatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan menarik apabila ditinjau dari aspek sampul ketepatan isi dan soal evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar mampu meningkatkan hasil belajar dan moral siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar siswa dari sebelum penerapan bahan ajar berbasis kontekstual dengan setelah penerapan bahan ajar berbasis kontekstual. Dan bahan ajar yang dikembangkan berbasis kontekstual memberikan kemudahan dan pengalaman belajar bermakna bagi siswa dengan lebih baik efektif dan efisien. Hal ini didasarkan pada komponen-komponen pembelajaran kontekstual dimana siswa mulai mampu menumbuhkan pemikiran konstruksi memiliki kemampuan dalam bertanya memiliki kemampuan untuk saling bekerja sama menemukan sendiri dan melakukan penilaian terhadap apa yang telah dipahami. Adapun rekomendasi dari kegiatan pengembangan bahan ajar ini dapat disampaikan bahwa pengembangan bahan ajar yang inovatif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam menyediakan sumber belajar bagi siswa. Di samping itu diharapkan semakin banyaknya bahan ajar-bahan ajar yang inovatif pada mata pelajaran lainnya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.