Skripsi
Pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII SMPN 9 Malang pada materi sistem pernapasan manusia / Devi Purnita
Abstrak
ABSTRAK Purnita Devi. 2019. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Kelas VIII SMPN 9 Malang pada Materi Sistem Pernapasan Manusia. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Novida Pratiwi S.Si. M.Sc. (II) Dr. Muhardjito M.S. Kata Kunci PBL kemampuan pemecahan masalah sistem pernapasan Pembelajaran IPA diberikan di sekolah bertujuan untuk mencapai beberapa kompetensi. Salah satu kompetensi mata pelajaran IPA di SMP/MTs yang harus dicapai adalah peserta didik dapat memahami konsep dan prinsip IPA kemudian dapat menerapkan konsep tersebut untuk menyelesaikan masalah di kehidupan (Permendikbud No. 21 Tahun 2016). Hasil tes PISA (Programme for International Students Assessment) tahun 2015 menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah terutama pada jenjang sekolah menengah pertama. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru IPA di SMPN 9 Malang ditemukan kendala bahwa guru masih kesulitan menentukan model pembelajaran yang tepat pada tiap materi IPA yang akan diajarkan. Model pembelajaran yang sering digunakan adalah Discovery Learning (DL). Model pembelajaran ini belum menuntut peserta didik untuk melatih kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning(PBL) dan Discovery Learning (DL) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment design) dengan analisis data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu kelas VIII G dan VIII F SMPN 9 Malang. Materi yang digunakan adalah materi sistem pernapasan manusia. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hal ini dilihat dari hasil uji-t nilai posttest yang diperoleh thitung 2 08 ttabel 1 99 sehingga H 8320 ditolak dan Ha diterima. Hasil posttest rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai berturut-turut sebesar 79 dan 51. Berdasarkan hasil uji Scheffe diperoleh bahwa Fs (nilai Scheffe) 418 9291 nilai kritis Scheffe 3 9798 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belajar menggunakan model Discovery Learning (DL) pada kelas VIII SMPN 9 Malang materi sistem pernapasan manusia. Berdasarkan hasil uji N-Gain score diperoleh nilai N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0 611 dengan kategori sedang dan kelas kontrol sebesar 0 083 dengan kategori rendah.