Skripsi
Peran laba dan arus kas sebagai prediktor financial distress (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2014-2017) / Alfian Bagus Cahyo Sukiswono
Abstrak
ABSTRAK Sukiswono Alfian B. C. 2019. Peran Laba Dan Arus Kas Sebagai Prediktor Financial distress (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2014-2017. Skripsi Program Studi S1 Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nurika Restuningdyah S.E. M.Si. Ak. CA. (II) Sulastri S.Pd. M.SA. Kata kunci laba arus kas financial distress regresi logistik Di era industri 4.0 persaingan bisnis antar perusahaan semakin ketat. Untuk dapat bertahan dengan persaingan bisnis dan mampu berkembang perusahaan harus mampu beradaptasi terhadap perubahan serta memiliki sensitivitas terhadap indikasi adanya indikator-indikator yang membahayakan operasi perusahaan. Permasalahan perusahaan yang terjadi tanpa adanya tanggapan yang tepat dapat menimbulkan keadaan yang disebut dengan financial distress. Oleh karena itu diperlukan prediktor untuk memprediksi financial distress misalnya laba dan arus kas. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan permasalahan tentang bagaimana laba dan arus kas sebagai prediktor financial distress baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan variabel penelitian laba (X1) arus kas (X2) dan financial distress (Y). Peneliti menggunakan populasi penelitian perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI untuk periode 2014-2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara memasangkan perusahaan yang terfinancial distress dan perusahaan sehat dengan metode purposive random sampling. Sampel yang telah diperoleh kemudian lebih lanjut dianalisis dengan menggunkan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba dapat digunakan sebagai prediktor dalam memprediksi financial distress suatu perusahaan hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0 000. Sementara variabel arus kas tidak dapat digunakan sebagai prediktor dalam memprediksi financial distress suatu perusahaan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0 631. Secara simultan laba dan arus kas dapat digunakan untuk memprediksi financial distress yang ditunjukkan dengan nilai maximum likelihood sebesar 54 812. Berdasar hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti mencoba memberikan saran sebagai berikut 1) Perusahaan dianjurkan selalu memeriksa kondisi kesehatan perusahaan yang dapat diidentifikasi dari kondisi laba dan arus kas sehingga dapat mengantisipasi risiko financial distress 2) Peneliti selanjutnya disarankan untuk a) Mengkaji Variabel-variabel di luar laba dan arus kas karena dalam penelitian ini kedua variabel tersebut hanya menjelaskan sebanyak 35% variabel financial distress b) Memecah variabel laba ke dalam beberapa jenis laba yang dikenal seperti laba kotor EBT EBIT laba tahun berjalan laba bersih untuk dimodelkan dengan variabel financial distress c) Memecah variabel arus kas masing-masing CFFO CFFI dan CFFF untuk dimodelkan dengan variabel financial distress. iii