Skripsi
Hubungan tingkat pengetahuan, status sosial ekonomi, dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga dengan frekuensi kunjungan pemeriksaan kehamilan di Desa Mabung Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk / Widya Kurnia Dian Sayekti Sampoera
Abstrak
RINGKASAN Sampoera Widya K.D.S. 2019. Hubungan Tingkat Pengetahuan Status Sosial Ekonomi Dukungan Petugas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Frekuensi Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan di Desa Mabung Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Hartati Eko Wardani M.Si.Med. (II) dr. Anindya Hapsari M.Kes Kata Kunci tingkat pengetahuan status sosial ekonomi dukungan petugas kesehatan dukungan keluarga antenatal care kunjungan pemeriksaan kehamilan. Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care adalah salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu. Hasil pemeriksaan kehamilan dilihat dari cakupan K1 dan K4. Capaian cakupan K1 sampai K4 memiliki kesenjangan yang menunjukkan angka drop out K1-K4. Desa Mabung memiliki kesenjangan kunjungan ibu hamil terbesar di Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk pada tahun 2017 yakni 38 6% dari cakupan K1 sebesar 96 04% dan cakupan K4 sebesar 57 42%. Kesenjangan yang besar diakibatkan beberapa faktor dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara tingkat pengetahuan status sosial ekonomi dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga dengan frekuensi kunjungan pemeriksaan kehamilan di Desa Mabung Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Dalam penelitian ini dilakukan analisis untuk menentukan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan pemeriksaan kehamilan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan pelayanan antenatal di Desa Mabung Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 35 orang dengan cara total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan dari 35 responden hanya 20 (57 1%) responden yang melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan sesuai. Hasil analisis menunjukkan (variabel terikat) frekuensi kunjungan pemeriksaan kehamilan dengan (variabel bebas) tingkat pendidikan (p 0 029) status sosial ekonomi (p 0 380) dukungan petugas kesehatan (p 0 036) dan dukungan keluarga (p 0 048). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan tingkat pengetahuan dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga dengan frekuensi kunjungan pemeriksaan kehamilan sedangan status sosial ekonomi tidak ada hubungan dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan. Berkaitan dengan frekuensi kunjungan pemeriksaan kehamilan perlu meningkatkan informasi dan wawasan mengenai pemeriksaan kehamilan serta ibu hamil yang sudah memiliki pengetahuan tentang antenatal care sebaiknya mempertahankan sikap dan perilaku sehat selama kehamilan.