Skripsi
Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan minat belajar pada mata pelajaran geografi siswa kelas X SMAN 4 Malang / Fitri Ridhawanti
Abstrak
RINGKASAN Ridhawanti Fitri. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Minat Belajar Pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas X iis 1 Sma Negeri 4 Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Drs. Hadi Soekamto S.H M.Pd M.Si. (2) Drs. Marhadi Slamet Kristiyanto M.Si Kata Kunci Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Kemampuan Berpikir Kritis dan Minat Belajar Geografi Pembelajaran di kelas tidak lepas dari berbagai macam masalah. Permasalahan tersebut dapat berupa rendahnya kemampuan berpikir kritis minat belajar dan hasil belajar siswa. Dari tiga permasalahan tersebut masalah yang terdapat di SMAN 4 Malang adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa. Diketahui bahwa kelas X IPS 1 SMA Negeri 4 Malang memiliki minat belajar dan kemampuan berpikir kritis yang rendah. Hal tersebut diketahui melalui analisis penyebab rendahnya minat belajar dan berpikir kritis yang terdiri dari Aspek tersebut terdiri dari 1) aspek guru 2) siswa 3) sarana prasarana dan 4) penerapan strategi pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa di kelas tersebut diketahui bahwa aspek penerapan strategi pembelajaran merupakan penyebab utama rendahnya rendahnya minat belajar siswa kemampuan berpikir kritis. Model yang disarankan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu penerapan model Group Investigation (GI). Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 4 Malang menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan subjek penelitian siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri Malang yang berjumlah 34 orang. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dengan dua siklus yang terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut orientasi masalah pengorganisasian membimbing menyajikan hasil karya dan evaluasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai hasil lembar angket minat belajar dan nilai tes kemampuan berpikir kritis. Pengisian lembar angket dilaksanaka pada saat pra tindakan dan pasca tindakan sedankan tes kemampuan berpikir kritis dilaksanakan setalah pelaksanaan siklus I dan II. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis dari siklus I hingga siklus II dan peningkatan minat belajar dari pra hingga pasca tindakan. Rerata nilai kemampuan berpikir kritis siswa pada silus I sebesar 68 55 dan siklus II sebesar 82 26 hal tersebut menunjukan adanya peningkatan sebesar 13 7 (20%). Sedangkan Rerata nilai minat belajar siswa pra tindakan sebesar 67 64 dan pasca tindakan sebesar 78 38 hal tersebut menunjukan adanya peningkatan pra ke pasca tindakan sebesar 10 20 (15 87 %).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Group Investigation dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 4 Malang.