Skripsi
Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X MIA 1 SMAN 1 Kepanjen Malang / Muhammad Agung Muhajir
Abstrak
ABSTRAK Agung M. Muhammad 2017. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X Mia 1 Sman 1 Kepanjen Malang. Skripsi. Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dwiyono Hari Utomo M.Pd M.Si (II) Dr. Didik Taryana M.Si Kata Kunci Group Investigation Kemampuan Berfikir Analitis Berdasarkan hasil wawancara dari guru pengampu mata pelajaran Geografi di SMAN 1 Kepanjen Malang diperoleh rata-rata nilai Ujian Tengah Semester (UTS) siswa kelas X-MIA 1 hanya 55 80 pada tahun pelajaran 2015/2016 semester genap. Dari 32 siswa yang tuntas UTS dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75 ada 11 orang yangdapat nilai diatas KKM. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan kemampuan berpikir analtis siswa dengan menggunakan model pemebelajaran group investigation khususnya dalam bidang studi geografi peminatan siswa kelas X MIA 1 di SMAN 1 Kepanjen minimal 80%. Dan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang sangat menekankan pada proses pembelajaran. Subjek penelitian dalam PTK ini ialah seluruh siswa kelas X-MIA 1 dengan Jumlah siswa 32 orang serta diketahui hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anlitis siswa sebesar 15% setelah siklus pertama. Kemudian meningkat 9% dengan nilai rata-rata 87 11 pada siklus kedua. Artinya penerapan model pemebelajaran group investigation dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan kemapuan berpikir analitis siswa dengan saran (1) Siswa harus senantiasa dimotivasi untuk aktif pada saat pembelajaran berlangsung di kelas dengan cara semua siswa pada setiap kelompok senantiasa diperhatikan dan disuruh untuk mengerjakan tugas kelompok (alias tidak diam) pada saat pembelajaran berlangsung di kelas. (2) Siswa harus senantiasa dimotivasi untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. (3) Siswa harus diwajibkan untuk mencatat materi pembelajaran yang sedang di sampaikan. Sebab materi pembelajaran yang dipresentasikan terkait dengan soal tes. (4) Khusus untuk materi pembelajaran yang sangat terkait antara kemampuan siswa dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari perlu diperhatikan yaitu a) Apakah siswa mengetahui lokasi penelitian b) Apakah materi pembelajarannya bisa diterima dengan baik oleh siswa Bila pengetahuan siswa meneganai lokasi lemah maka harus dicarikan solusi untuk penentuan lokasi sesuai aksesibiliti dan keterjangkauan siswa terhadap lokasi penelitian.