Skripsi
Pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri yang dilengkapi augmented reality pada materi sistem periodik unsur / Andhika Muchamad Syaifudin
Abstrak
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS INKUIRI YANG DILENGKAPI AUGMENTED REALITY PADA MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR ARTIKEL OLEH ANDHIKA MUCHAMAD SYAIFUDIN NIM 150331604845 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN KIMIA AGUSTUS 2019 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS INKUIRI YANG DILENGKAPI AUGMENTED REALITY PADA MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR Andhika M Munzil Ridwan J Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang andhikamuchamad1996 gmail.com Corresponding Author munzil.fmipa um.ac.id joharmawan gmail.com Abstrak Sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 pembelajaran kimia harus berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa menyebabkan siswa lebih aktif dalam mengolah pola pikir yang dimilikinya. Salah satu strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah inkuiri. Dalam praktiknya siswa masih mengalami kesulitan terkait karakteristik kimia yang mencakup tiga tingkat representasi yaitu makroskopik sub-mikroskopik dan simbolik. Kesulitan tersebut terjadi pada materi sistem periodik unsur. Diperlukan penggunaan bahan ajar berbasis inkuiri yang mampu memvisualisasikan aspek partikulat dalam materi sistem periodik unsur seperti Augmented Reality. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis inkuiri yang dilengkapi Augmented Reality pada materi sistem periodik unsur. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model yang dikemukakan oleh Lee W. W. Owens D. L (2004). Model pengembangan ini terdiri dari lima tahap (1) penilaian/analisis (assessment/analysis) yang meliputi analisis kebutuhan (need assessment) dan analisis awal-akhir (front-end analysis) (2) desain (design) (3) produksi/pengembangan (development) (4) implementasi (implementation) dan (5) evaluasi (evaluation). Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa buku cetak dalam bentuk buku saku yang berfungsi sebagai pembuka link materi yang terdapat di internet dan aplikasi Augmented Reality dengan format .apk yang berfungsi untuk membantu siswa dalam merepresentasikan sub-mikroskopik dalam pembelajaran kimia khususnya pada materi sistem periodik unsur. Penyampaian materi dalam bahan ajar yang dikembangkan dilakukan secara online. Materi-materi online yang disampaikan berupa materi tertulis dalam google document dan video pembelajaran yang dihubungkan melalui QR code yang telah disediakan. Selain video terdapat ilustrasi bentuk molekul tiga dimensi dengan menggunakan Augmented Reality yang bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi sistem periodik unsur secara sub-mikroskopik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak dengan skor (a) validitas materi sebesar 84 48% (b) validitas media sebesar 79 76% dan (c) uji keterbacaan sebesar 87 62%. Berdasarkan nilai skor hasil validasi dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran kimia khususnya materi sistem periodik unsur. Keywords Sistem Periodik Unsur Inkuiri Augmented Reality 1. Pengantar Kurikulum 2013 memiliki tujuan untuk mempersiapkan siswa agar beriman produktif kreatif inovatif dan afektif melalui serta dapat berkonstribusi di dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara dan peradaban dunia. Pada mata pelajaran kimia suatu hukum prinsip konsep dan teori diperoleh dari percobaan yang dilakukan oleh penelitian. Selain itu untuk memahami mata pelajaran kimia harus mengacu pada tiga konsep representasi yaitu makroskopi sub-mikroskopik dan simbolik. Sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 pembelajaran kimia harus berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa menyebabkan siswa lebih aktif dalam mengolah pola pikir yang dimilikinya. Salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu adanya bahan ajar. Bahan ajar dapat dikembangkan dengan menerapkan model pembelajaran seperti inkuiri. Implementasi dari bahan ajar berbasis inkuiri masih menimbulkan permasalahan lain. Salah satu karakteristik pembelajaran kimia adalah menuntut pemahaman hingga mencapai tiga level representasi. Permasalahan seperti dikemukakan di atas nampak pada salah satu materi kimia yaitu sistem periodik unsur. Salah satu metode yang efektif untuk mengakomodasi kebutuhan bahan ajar untuk menunjang aspek sub-mikroskopik adalah menyajikan visualisasi tiga dimensi yang salah satunya menggunakan bantuan teknologi Augmented Reality. Teknologi AR ini mampu memvisualisasikan representasi konsep dengan representasi abstrak atau partikulat dalam bentuk tiga dimensi. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar kimia berbasis inkuiri yang dilengkapi Augmented Reality pada materi sistem periodik unsur. Selain itu juga untuk mengetahui validitas bahan ajar hasil pengembangan yang dilakukan oleh validator ahli materi dan media. Uji keterbacaan dilakukan oleh 20 peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Turen. 2. Metode Pengembangan bahan ajar ini mengacu pada model pengembangan yang dikemukakan oleh Lee Owens (2004) yang terdiri dari lima tahap antara lain 1) penilaian/analisis (assesment/analysis) yang meliputi analisis kebutuhan (need assessment) dan analisis awal akhir (front-end analysis) 2) desain (design) 3) pengembangan (development) 4) implementasi (implementation) dan 5) evaluasi (evaluation). Rancangan pengembangan produk disusun pada Gambar 1. Gambar 1 Prosedur Pengembangan Lee Owens (2004) Pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap ke tiga yaitu pengembangan (development). Tahap implementasi dan evaluasi tidak dilakukan dikarenakan taraf penelitian pada tingkat sarjana hanya sampai tahap pengembangan. Instrumen uji validasi dan keterbacaan menggunakan angket yang disusun menggunakan skala Likert. Angket yang digunakan untuk penilaian meliputi dua jenis angket instrumen pertama yaitu untuk ahli materi dan ahli media sedangkan instrumen kedua digunakan untuk uji keterbacaan. Data yang diperoleh dari hasil validasi dan uji keterbacaan dianalisis menggunakan penskoran. Skor yang diperoleh dari uji validitas digunakan untuk menentukan kelayakan bahan ajar. Adapaun kriteria validitas analisis rata-rata yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Kriteria Interpretasi Skor Penilaian Bahan Ajar Skor Kriteria Interpretasi 0 - 20 Tidak layak 21 - 40 Kurang layak 41 - 60 Cukup Layak 61 - 80 Layak 81 - 100 Sangat Layak 3. Hasil Produk dari hasil pengembangan ini berupa bahan ajar dalam buku cetak berbentuk buku saku yang berfungsi sebagai pembuka link materi yang terdapat di internet dan aplikasi Augmented Reality dengan format .apk yang berfungsi untuk membantu siswa dalam merepresentasikan sub-mikroskopik dalam pembelajaran kimia khususnya pada materi sistem periodik unsur. Dalam buku ini terdapat satu siklus pembelajaran dengan enam tahapan sesuai dengan model pembelajaran inkuiri yang mencakup semua materi sistem periodik unsur. Pada akhir bahan ajar ini juga dilengkapi dengan evaluasi akhir untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi sistem periodik unsur. 4. Pembahasan Analisis secara kuantitatif dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil penskoran dari berbagai aspek yang diberikan oleh validator ahli yang berjumlah dua orang. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran yang telah diberikan dan akan digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi produk. Data hasil validasi disajikan sebagai berikut. a. Hasil Validasi Materi Tabel 2 Hasil Validasi Materi dari Keseluruhan Aspek oleh Kedua Validator No. Aspek Skor Kategori 1. Tujuan Pembelajaran 87 5 Sangat Layak 2. Kebahasaan 78 12 Layak 3. Penyajian Isi Bahan Ajar 85 7 Sangat Layak 4. Kejelasan Materi 86 46 Sangat Layak 5. Kesesuaian Materi Dengan Tujuan Pembelajaran 85 42 Sangat Layak 6. Kemudahan Memahami Materi 83 65 Sangat Layak Rata-rata 84 48 Sangat Layak Berdasarkan hasil validasi ahli materi secara kuantitatif dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran materi sistem periodik unsur dengan skor rata-rata sebesar 84 48. b. Hasil Validasi Media Tabel 3. Hasil Validasi Media dari Keseluruhan Aspek oleh Kedua Validator No. Aspek Skor Kategori 1. Kelayakan Penyajian 86 11 Sangat Layak 2. Tahap Orietasi 76 79 Layak 3. Tahap Merumuskan Masalah 82 5 Sangat Layak 4. Tahap Merumuskan Hipotesis 77 5 Layak 5. Tahap Mengumpulkan Data 79 69 Layak 6. Tahap Menguji Hipotesis 80 Layak 7. Tahap Kesimpulan 77 5 Layak 8. Yuk Bermain dan Evaluasi 79 17 Layak 9. Penyajian Augmented Reality 83 33 Sangat Layak 10. Kelayakan Tata Bahasa 75 Layak Rata-rata 79 76 Layak Berdasarkan hasil validasi ahli media secara kuantitatif dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak digunakan dalam pembelajaran materi sistem periodik unsur dengan skor rata-rata sebesar 79 76. c. Analisis Hasil Uji Keterbacaan Siswa Setelah dilakukan validasi oleh ahli bahan ajar ini dapat dilakukan uji keterbacaan kepada 20 orang peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Turen. Uji keterbacaan bertujuan untuk mengetahui keterbacaan bahan ajar. Data yang diperoleh dari uji keterbacaan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh dari uji keterbacaan disajikan pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Hasil Uji Keterbacaan No. Aspek Skor Kategori 1. Saya mudah memahami penggunaan bahan ajar sehingga dapat mengoperasikan dengan baik 86 2 Sangat Layak 2. Saya dapat membaca teks dalam bahan ajar dengan jelas 87 5 Sangat Layak 3. Saya mudah mengoperasikan aplikasi scanner untuk memindai barcode pada bahan ajar 90 Sangat Layak 4. Saya dapat melihat video dengan jelas dan memahami video pada link yang telah disediakan 90 Sangat Layak 5. Saya mudah memahami tahapan-tahapan pembelajaran pada bahan ajar 90 Sangat Layak 6. Saya mudah memahami penjelasan sub materi perkembangan sistem periodik unsur 88 75 Sangat Layak 7. Saya mudah menjawab soal pada sub materi perkembangan sistem periodik unsur 87 5 Sangat Layak 8. Saya tertarik dengan pengenalan tokoh kimia dalam sub materi perkembangan sistem periodik unsur 85 Sangat Layak 9. Saya mudah memahami penjelasan sub materi konfigurasi elektron dan bilangan kuantum 88 75 Sangat Layak 10. Saya mudah menjawab soal pada sub materi konfigurasi elekton dan bilangan kuantum 85 Sangat Layak 11. Saya tertarik dengan penjelasan video melalui link web dan modul yang disediakan dalam bahan ajar. 91 25 Sangat Layak 12. Saya mudah memahami penjelasan sub materi sifat keperiodikan unsur 87 5 Sangat Layak 13. Saya mudah menjawab soal pada sub materi sisfat keperiodikan unsur 88 75 Sangat Layak 14. Saya termotivasi belajar dengan menggunakan bahan ajar ini 90 Sangat Layak 15. Saya mudah membawa bahan ajar ini karena mirip dengan buku saku yang sederhana 88 75 Sangat Layak 16. Saya mengerti dan memahami prosedur penggunaan aplikasi pada bahan ajar. 85 Sangat Layak 17. Saya dapat mengoperasikan aplikasi sistem periodik unsur dengan baik 83 75 Sangat Layak 18. Saya dapat mendengarkan suara audio dengan jelas pada aplikasi AR 82 5 Sangat Layak 19. Saya mudah memahami bahasa yang digunakan dalam bahan ajar dan aplikasi AR 88 75 Sangat Layak 20. Saya mudah memahami objek 3D yang ditampilkan dengan menggunakan aplikasi AR 88 75 Sangat Layak 21. Saya dapat mengetahui bentuk visual dari objek yang ada dalam aplikasi AR 86 25 Sangat Layak Rata-rata 87 62 Sangat Layak Berdasarkan hasil uji keterbacaan tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran materi sistem periodik unsur dengan skor rata-rata keterbacaan sebesar 87 62. 5. Simpulan Bentuk akhir produk yang telah dikembangkan berupa bahan ajar dalam bentuk buku saku dan aplikasi Augmented Reality dengan format .apk dengan validitas 84 48 untuk validitas materi 79 76 untuk validitas media dan 87 62 untuk uji keterbacaan. Bahan ajar ini berupa buku saku dalam ukuran A6. Dalam buku ini terdapat satu siklus pembelajaran dengan enam tahapan sesuai dengan model pembelajaran inkuiri yang mencakup semua materi minyak bumi. Dalam buku dilengkapi dengan media pembelajaran seperti video pembelajaran animasi dua dimensi dan animasi Augmented Reality. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara online dengan cara memindai QR code dan marker yang telah disediakan pada buku. 6. Acknowledgements Pengembangan ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Terima kasih penulis ucapkan kepada Dr. Munzil S.Pd. M.Si. selaku pembimbing I dan Drs. H. Ridwan Joharmawan M.Si. selaku pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan saran selama proses pengembangan dan penulisan laporan penelitian. Dr. H. Yahmin M.Si selaku validator yang telah memberikan kritik dan saran sebagai penyempurnaan bahan ajar yang dikembangkan. Validator dari pihak guru yaitu Perwito Hadi S.Pd. yang telah memberikan banyak saran dan masukan untuk penyempurnaan bahan ajar ini serta siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Turen yang telah bersedia memberikan waktunya untuk menjadi subjek penelitian uji keterbacaan. References Angela M. 2013. Pengembangan Buku Ajar Bermuatan Nilai-Nilai Karakter pada Materi Usaha dan Momentum untuk Pembelajaran Fisika Siswa Kelas XI SMA. Pillar Of Physics Education 1 (1). Arikunto S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta Rineka Cipta. Asmawan M. D. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Android Berbantuan Augmented Reality (AR) untuk Membantu Siswa Menerapkan Prinsip Fluida Dinamik Dalam Teknologi. Skripsi tidak diterbitkan. Malang FMIPA Universitas Negeri Malang. Bowen C. W. dan Bunce D. M. 1997. Testing for Conceptual Understanding in General Chemistry. The Chemical Educator 2 (2) 1-17. Cawood Stephen dan Mark Fiala. 2008. Augmented Reality A Practical Guide. The Pragmatic Programmers LLC. Chang R. and Overby J. 2011. General Chemistry The Essential Concepts (sixth edition). New York McGraw-Hill Companies. Choirunnisa. 2012. Dampak dan Pengaruh Bagi Pengguna Smartphone. Diakses tanggal 27 Juni 2019. http //chochoirunnisa.wordpress.com/2012/12/14/dampak-danpengaruh-bagi-penggunasmartphone/ Dasna I.W. Sutrisno (Ed). 2006. Model-Model Pembelajaran Konstruktivistik dalam Pembelajaran Sains-Kimia. Malang Jurusan Kimia FMIPA UM. Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jnderal Managemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Mnengah Atas. Erika R. Bahriah E. S. 2016. Analisis Kesulitan Belajar Kimia Siswa di SMAN X Kota Tanggerang Selatan. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA 2 (1) 18-29. Dari http //jurnal.untirta.ac.id/index.php/JPPI/article/view/ 431. Epinur Yusnidar Lestari.2013. Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Pada Materi Sistem Periodik Unsur Menggunakan Edmodo Berbasis Social Network Untuk Siswa Kelas X IPA 1 SMAN 11 Kota Jambi. J.Ind Soc. Integ. Chem 2013 Volume 5 Nomor 2. Jambi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Jambi. Hamalik Oemar. 2012. Managemen Pengembangan Kurikulum. Bandung Remaja Rosdakarya Haris M. Idrus S.W.A. 2011. Analisis Kesulitan Belajar Ikatan Kimia Ditinjau dari Kesalahan Konsep Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008. Jurnal Pijar MIPA 6(2) 77-80. Dari http //jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPM/article/view/127/124 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Model Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Jakarta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Lee William W. Diana L. Owens. 2004. Multimedia-Based Instructional Design Second Edition. San Francisco Pfeiffer. Mudlofar Ali. 2012. Aplikasi Pengembangan Kurikulum Tingkan Satuan Pendidikan dan Bahan Ajar Dalam Pendidikan Islam. Jakarta Rajawali Pers. Mulyono. 2012. Strategi Pembelajaran. Malang UIN Maliki Press Prastowo Angga. (2014). Pengaruh Teknologi Ber-Smartphone Terhadap Remaja. Diunduh dari http //citizen6.liputan6.com/read/79 7577/pengaruhteknologi-bersmartphone-terhadap-remaja diakses pada 27 Juni 2019. Ronald T. Azuma. 1997. A Survey of Augmented Reality. Jurnal Teleoperators and Virtual Environments. Sadjanti I. M. 2012. Modul 1 Hakikat Bahan Ajar. (Online). (http //repository.ut.ac.id/4157/1/IDIK4009-M1.pdf) diakses 21 Juni 2019. Saito T. 1996. Inorganic Chemistry. Terjemahan Ismunandar. Buku Teks Online. Sanjaya Wina Andi Budimanjaya. 2017. Paradigma Baru Mengajar. Jakarta Kencana Sirhan Ghassan. 2007. Learning Difficulties in Chemistry an Overview. Journal of Turkish Science Education Volume 4 Issue 2. Sugianto. 2014. Implementasi Augmented Reality pada Brosur Rental Mobil CV Asmoro Jati Menggunakan Metode Marker. Semarang Universitas Dian Nuswantoro. Sunyono I.W.W. Suyanto E. Suyadi G. 2009. Identifikasi Masalah Kesulitan dalam Pembelajaran Kimia SMA Kelas X di Propinsi Lampung. Journal Pendidikan MIPA 2(1) 9-18. Dari https //nanopdf.com/downloadFile/9identifikasi-masalah-kesulitan-dalam_pdf. Trianto. 2010. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktif Konsep Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. Jakarta Prestasi Pustaka. UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003. Wahid A. Hengky A. Tursina. 2017. Cross Platform Aplikasi Augmented Reality untuk Mata Pelajaran Kimia Struktur Molekul. Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) 5(3) 133-137. Dari http //jurnal.untan.ac.id/index.php/justin/article/download/20908/17009 Wahyuni Elly Sri Rusly. 2016. Pengembangan Permainan Chem Quartet Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Sistem Periodik Unsur Kelas X SMA. Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 5 No 1. Pp 83-91 Januari 2016.