Skripsi
Pengaruh model pembelajaran Science, Environment, Technology, and Society terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan / Suci Rekamala Puji Rahayu
Abstrak
RINGKASAN Rahayu Suci Rekamala Puji. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Science Environment Technology and Society terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Pencemaran Lingkungan. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Sumberartha M.Si. (II) Novida Pratiwi S.Si M.Sc. Kata Kunci SETS kemampuan pemecahan masalah pencemaran lingkungan Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang dirumuskan pada tujuan pembelajaran IPA. Kemampuan pemecahan masalah dapat membantu peserta didik dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Model Science Environment Technology and Society (SETS) merupakan model yang digunakan untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Tahapan model SETS menuntun peserta didik secara sistematis dalam mengidentifikasi masalah menemukan fakta dari permasalahan memberikan alternatif dan solusi untuk menyelesaikan masalah dan menjelaskan penyelesaian masalah sehingga model SETS mampu melatih kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Materi pencemaran lingkungan merupakan materi yang dapat memunculkan unsur sains lingkungan teknologi dan masyarakat sehingga dapat diterapkan dengan model SETS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran SETS terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi menggunakan posttest only control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII SMPN 1 Karangploso tahun pelajaran 2018/2019. Sampel penelitian yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen sedangkan VII C sebagai kelas kontrol. Instrumen perlakuan terdiri dari silabus RPP dan LKS sedangkan instrumen pengukuran yang digunakan yaitu 10 soal uraian kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Analisis data pada penelitian ini meliputi uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Barlett uji hipotesis menggunakan uji-t dan uji lanjut menggunakan uji Cohens d-effect. Hasil analisis uji t menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil uji t yaitu thitung (4 719) ttabel (2 041) sehingga terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Sedangkan uji Cohens d-effect menunjukkan d 0 55 sehingga penerapan model SETS berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik.