Skripsi
Pengaruh latihan meniup baon (balloon blowing) terhadap kemampuan mengucapkan fonem \"B\" dan \"I\" pada anak tunarungu di TKLB B YPTB Malang / Nur Atiatun Islamiah
Abstrak
ABSTRAK Islamiah Nur Atiatun. 2019. Pengaruh Latihan Meniup Balon (Balloon Blowing) Terhadap kemampuan mengucapkan fonem B dan P Pada Anak Tunarungu Di TKLB-B YPTB Malang Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi M.Pd M.Kes. (II) Henry Praherdiono M.Si. Kata kunci Meniup balon kemampuan mengucapkan fonem b dan p tunarungu. Meniup balon adalah salah satu latihan relaksasi pernapasan dengan menghirup udara melalui hidung dan mengeluarkan udara melalui mulut kedalam balon. Latihan yang dilakukan adalah membuka mulut menghembuskan udara dengan teratur ke dalam balon. Latihan ini dapat meregangkan otot-otot rahang dagu pipi dan bibir. Penelitian ini dilaksakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup kondisi anak tunarungu sebelum dilakukan treatment setelah dilakukan treatment dan seberapa besar pengaruh meniup balon terhadapa kemampuan mengucapkan fonem b dan p pada anak tunarungu sebelum dan setelah diberikan treatment. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif berjenis eksperimen one group pre-test post-test. Data penelitian yang berupa hasil tes dalam bentuk tulisan ini diperoleh dari tes pengucapan fonem pada kata bola cabe jilbab petai sepatu kecap bapak perban sebelum dan sesudah dilakukan treatment pada siswa tunarungu di tingkat TK. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa perlakuan dan pengukuran yang telah disetujui oleh dosen selaku ahli materi dan guru kelas sebagi ahli praktisi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi dan klasifikasi data sebelum dan sesudah treatment dan tahap evaluasi yang dilakukan adalah sebelum dilakukan meniup balon siswa dianggap kurang jelas dalam mengucapkan fonem hal ini dilihat dari nilai pre-test yang didapatkan yaitu nilai tertinggi 66 67 nilai terendah 62 50 dengan rata-rata 65 83 dan setelah dilakukan latihan meniup balon siswa lebih jelas mengucapkan fonem dilihat dari nilai post-test yang didapatkan yaitu nilai tertinggi 100 00 dan nilai terendah 91 67 dengan rata-rata nilai sebesar 95 83. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada siswa tunarungu sebelum dan sesudah diberikan perlakuan meniup balon pada awal proses pembelajaran. Meniup balon sangat berpengaruh terhadap kemampuan mengucapkan fonem b dan p anak tunarungu kelas A di TLKB-B YPTB Kota Malang. Saran yang dari penelitian ini adalah meniup balon sangat membantu bagi sekolah guru dan siswa karena dengan latihan meniup balon dengan rutin dan bertahap siswa lebih mudah mengucapkanfonem dan peneliti mengharapkan ada penelitian lanjutan yang membahas tentang kemampuan mengucapkan fonem b dan p dengan menggunakan latihan meniup balon.