Disertasi
Manajemen mutu total dalam program layanan khusus bimbingan dan konseling di sekolah menengah atas negeri (studi multi situs pada tiga SMA Negeri di Kota Banjarmasin) / Sulistiyana
Abstrak
ABSTRAK Sulistiyana. 2018. Manajemen Mutu Total dalam Program Layanan Khusus Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Atas Negeri (Studi Multi Situs pada Tiga SMA Negeri di Kota Banjarmasin). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H. Dr. Ali Imron M.Pd M.Si (II) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono M.Pd dan (III) Prof. Drs. Ahmad Suriansyah M.Pd Ph.D Kata kunci Manajemen Mutu Total Program Layanan Khusus Bimbingan dan Konseling Era revolusi industri 4.0 dengan segala perubahannya yang cepat dan m endasar tidak lagi dapat diprediksi secara cepat digitalisasi pada teknologi di dunia kerja dari sisi industri 4.0. memerlukan pendidikan yang dapat menyiapkan peserta didik untuk memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutannya. Oleh sebab itu maka pendidikan wajib melakukan segala aktivitasnya secara berkualitas dan berbasis mutu. Kemajuan di bidang pendidikan akan berpengaruh terhadap pola pikir dan sikap dari sumber daya manusia yang kompetitif untuk bisa bertahan sehingga selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan zaman. Untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan tersebut di atas diperlukan manajemen mutu total juga dapat membentuk sekolah yang tanggap dan mampu merespon perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan demi memberikan kepuasan pada penerima layanan dan steakholder. Layanan berkualitas ini juga termasuk dalam implementasi program layanan khusus bimbingan dan konseling Fokus penelitian (1) perencanaan (2) implementasi (3) evaluasi mutu total layanan dan (4) perbaikan dan peningkatan mutu total program layanan khusus bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan secara mendalam dan menganalisis secara rinci tentang Manajemen Mutu Total dalam program layanan khusus bimbingan dan konseling (1) perencanaan mutu total dalam program layanan khusus bimbingan konseling (2) implementasi rencana mutu total dalam program layanan khusus bimbingan konseling pada pengelolaan pendidikan (3) evaluasi mutu total dalam program layanan khusus bimbingan konseling (4) perbaikan dan peningkatan mutu total dalam program layanan khusus bimbingan dan konseling. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis fenomenologi dengan rancangan studi multisitus dan metode komparatif konstan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam observasi berperan serta dan teknik dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposif yang dipadukan dengan teknik snowball sampling. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah wakasek guru bk guru mata pelajaran orang tua dan siswa pada ketiga latar. Data diperiksa dan dilakukan reduksi data penyajian data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas transferabilitas dependabilitas dan konfirmabilitas dengan analisis lintas situs. Melalui penelitian ini diperoleh temuan-temuan penelitian sebagai berikut pertama Manajemen Mutu Total Dalam Program Layanan Khusus Bimbingan dan Konseling dimulai dengan proses perencanaan mutu total disekolah dalam perbaikan layanan yang melibatkan berbagai pihak kedua Implementasi rencana mutu total dalam program layanan khusus bimbingan konseling dilakukan oleh TIM dengan prinsip PDCA melibatkan berbagai komponen seperti orang tua/keluarga guru dan staf tenaga kependidikan dengan kordinasi dan interaksi yang intensif ketiga evaluasi mutu total dalam program layanan khusus bimbingan konseling melalui individual dan kelompok keterlaksanaan program ketercapaian hambatan dan kendala dan melibatkan semua komponen termasuk oran gtua/keluarga keempat perbaikan dan peningkatan mutu total dalam program layanan khusus bimbingan dan konseling pada implementasinya berbasis asesmen melibatkan stackeholders perbaikan terus menerus perbaikan dan peningkatan yang komprehensif serta memperluas layanan. Berdasarkan temuan-temuan disarankan kepada (1) kepala dinas pendidikan provinsi untuk membuat kebijakan layanan khusus bimbingan dan konseling sejak rekrutmen guru bimbingan dan konseling sampai evaluasi kinerja berbasis mutu total. (2) pengawas sekolah melakukan pembinaan guru bimbingan dan konseling berbasis mutu total (3) kepala sekolah agar memahami lebih jauh tentang manajemen mutu total khususnya program layanan khusus bimbingan dan konseling (4) guru BK agar dapat melaksanakan kegiatan dengan berprinsip pada layanan berkualitas melalui implementasi layanan berbasis mutu total dalam program layanan khusus bimbingan dan konseling dan (5) dilakukan penelitian lanjutan dengan mengembangkan fokus dan memilih kasus/situs lain untuk membangun teori pengembangan sekolah khususnya tentang layanan bimbingan konseling yang berkualitas.