Skripsi
Pengaruh model Science Integrated Learning (SIL) terhadap kemampuan berpikir kritis pada tema getaran, gelombang, dan bunyi siswa kelas VIII / Oktaviana Wahyuningtyas
Abstrak
RINGKASAN Wahyuningtyas Oktaviana 2019. Pengaruh Model Science Integrated Learning (SIL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Tema Getaran Gelombang dan Bunyi Siswa Kelas VIII. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Lia Yuliati M.Pd (II) Novida Pratiwi S.Si. M.Sc. Kata Kunci science integrated learning kemampuan berpikir kritis getaran gelombang dan bunyi IPA merupakan ilmu untuk mencari tahu tentang segala sesuatu mengenai gejala ataupun fenomena serta memahami alam semesta sistematik dan mengembangkan pemahaman ilmu tersebut direpresentasikan kedalam fakta konsep prinsip dan hukum yang teruji kebenarannya sehingga kemampuan berpikir kritis siswa dapat dibentuk. Kemampuan berpikir kritis adalah suatu kegiatan atau proses kognitif untuk memperoleh pengetahuan pemahaman dan keterampilan sehingga menemukan jalan keluar dan keputusan dengan berpikir secara mendalam. SIL merupakan suatu model yang menggunakan kemandirian dalam mengerjakan IPA dari pengembangan model inkuiri terbuka yang memiliki 6 langkah pembelajaran yaitu eksplorasi integrasi konsep eksperimen analisis tindakan dan refleksi. Kegiatan pembelajaran SIL dimulai dengan menggunakan berbagai sumber belajar untuk menjelaskan fenomena sains sehingga siswa dapat menganalisis fenomena yang terjadi di suatu lingkungan dan membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan bentuk pretest-posttest control group design menggunakan dua kelas sampel dan pengambilan sampel tersebut menggunakan cluster random sampling. Instrumen perlakuan yang digunakan antara lain silabus RPP dan LKPD sedangkan instrument pengukuran adalah 12 butir soal uraian unuk mengukur kemampuan berpikir kritis serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil dari nilai pretest dan posttest siswa dilakukan analisis dalam uji normalitas uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil uji beda diperoleh thitung (3 55) 8805 ttabel (1 67) sehingga dapat disimpulkan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar melalui model pembelajaran Science Integrated Learning (SIL) dengan pendekatan scientific lebih tinggi daripada menggunakan pendekatan scientific. Berdasarkan hasil penelitian rekomendasi bagi guru dan peneliti lain diharapkan dapat mengaitkan tema yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan masyarakat dan teknologi yang baru serta memahami konsep dari temanya sehingga meminimalisir terjadinya miskonsepsi untuk materi yang dipilih.