Skripsi
Pengaruh model pembelajaran inkuiri-STEM terhadap penguasaan konsep siswa kelas VIII SMP pada tema cahaya dan sistem penglihatan manusia / Antiningrum Purwaningsih
Abstrak
RINGKASAN Purwaningsih Antiningrum. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri-STEM terhadap Penguasaan Konsep Siswa Kelas VIII SMP pada Tema Cahaya dan Sistem Penglihatan Manusia. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Dr. Lia Yuliati M.Pd. (2) Vita Ria Mustikasari S. Pd. M.Pd. Kata Kunci pembelajaran inkuiri-STEM penguasaan konsep cahaya dan sistem penglihatan manusia IPA merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui penyelidikan yang menghasilkan data berdasarkan gejala alam. Pembelajaran yang bermakna menekankan pada proses berpikir siswa untuk memperoleh pengetahuan. Materi cahaya berisi konsep-konsep yang saling berhubungan dan bersifat abstrak yang tidak dapat diindera secara langsung oleh siswa. Pembelajaran inkuiri-STEM memungkinkan siswa untuk melakukan penyelidikan secara berurutan dan merancang eksperimen sendiri untuk menyelidiki ide-ide siswa sehingga mencapai penguasaan konsep sains yang lebih tinggi. Pembelajaran STEM memberikan pengaruh positif kepada siswa untuk meningkatkan minat belajar dan pencapaian konsep siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri-STEM terhadap penguasaan konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan pretest posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran inkuiri-STEM dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri. Instrumen perlakukan terdiri dari RPP dan LKS. Instrumen pengukuran terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan soal penguasaan konsep. Uji prasyarat normalitas menggunakan uji Liliefors uji homogenitas menggunakan uji F. Analisis data terdiri dari uji beda menggunakan uji t serta uji lanjut menggunakan uji rerata. Hasil uji beda diperoleh nilai thitung lebih tinggi daripada nilai ttabel (2 15 1 67) sehingga terdapat perbedaan penguasaan konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai rerata kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai rerata kelas kontrol (66 27 58 43). Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri-STEM lebih tinggi daripada penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri.