Skripsi
Keefektifan teknik metafora dalam konseling realitas untuk mereduksi mogok sekolah bagi siswa SMA / Endang Purwita Sari
Abstrak
RINGKASAN Sari Endang Purwita. 2019. Keefektifan Teknik Metafora dalam Konseling Realitas untuk Mereduksi Mogok Sekolah bagi Siswa SMA. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono M.Pd (II) Irene Maya Simon S.Pd M.Pd Kata Kunci Konseling realitas Teknik Metafora Mogok Sekolah Mogok sekolah adalah masalah emosional yang dimanifestasikan dengan ketidakinginan siswa untuk menghadiri sekolah dengan menunjukkan simtom fisik yang disebabkan karena kecemasan akan berpisah dari orang terdekat karena pengalaman negatif di sekolah atau karena punya masalah dalam keluarga. Seorang siswa dikatakan mengalami mogok sekolah jika seorang siswa tersebut tidak mau untuk pergi ke sekolah atau mengalami distress yang berat berkaitan dengan kehadirannya di sekolah. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk membantu siswa untuk menurunkan perilaku mogok sekolah. Salah satu model konseling yang dipilih adalah konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora. Metafora merupakan salah satu teknik dalam konseling realitas yang dapat digunakan untuk memfasilitasi perubahan konseli. Sebagaimana lazimnya sebuah teknik dalam konseling metafora akan diarahkan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan-tujuan konseling realitas. Pelaksanaan proses konseling mengikuti tahapan WDEP yaitu Discussing Wants Need and Perception (keinginan dan kebutuhan) Discussing Behavioral Direction and Doing (tindakan) Helping Counselee Conducting Evaluations (evaluasi) dan Planning (perencanaan). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain Single Subject Design dengan model A-B-A . Penelitian ini diawali dengan fase A yaitu mengerjakan skala perilaku mogok sekolah. Pada fase B siswa diberikan treatment berupa konseling realitas menggunakan teknik metafora untuk mereduksi perilaku mogok sekolah. Terakhir pada fase A siswa kembali diberikan skala mogok sekolah untuk dikerjakan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah panduan konseling dan skala mogok sekolah. Menurut hasil analisis data menunjukkan adanya penurunan tingkat perilaku mogok sekolah yang dilakukan siswa setelah dilakukannya konseling realitas. Hasil perolehan skor skala perilaku mogok sekolah masing-masing subjek mengalami penurunan dari fase A ke fase A . Skor AB memperoleh skor 62 menjadi 50 dan subjek ZA memperoleh skor 62 menjadi 48. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling realitas menggunakan teknik metafora efektif untuk mereduksi perilaku mogok sekolah yang dialami oleh siswa SMA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konseling realitas menggunakan teknik metafora efektif untuk mereduksi perilaku mogok sekolah pada siswa di SMA Negeri 1 Kandat.