Skripsi
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dau pada materi tekanan zat / Dian Febriyanti
Abstrak
RINGKASAN Febriyati Dian. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis STEM terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Dau pada Materi Tekanan Zat. Skripsi Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Vita Ria Mustikasari S.Pd. M.Pd (II) Dr.Muhardjito M.S Kata kunci PBL STEM kemampuan pemecahan masalah tekanan zat Pembelajaran IPA menyajikan situasi belajar yang alami dan dekat dengan kehidupan sekitar sehingga siswa mampu mengaplikasikan hasil belajar ke kondisi di kehidupan sehari-hari serta pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan menyelesaikan masalah secara inovatif dan menemukan solusi yang memudahkan siswa belajar fenomena di kehidupan sehari-hari. Problem Based Learning (PBL) memfasilitasi siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dan mendorong siswa untuk membangun pemahamannya sendiri yang melibatkan pada aspek kehidupan sehingga berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah. Integrasi dengan Science Technology Engineering Mathematics (STEM) sangat penting dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbasis STEM terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII materi tekanan zat. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas A dipilih sebagai kelas kontrol dengan jumlah 29 siswa dan kelas B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 30 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari terdiri atas silabus RPP LKPD lembar keterlaksanaan pembelajaran dan soal kemampuan pemecahan masalah. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan tes. Hasil tes dilakukan berupa uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji Homogenitas menggunkan uji Barlett. Uji hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikasi 0 05. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen 65 76 dan kelas kontrol rata-rata 53 70. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t menghasilkan thitung(3 97) t tabel (2 002) terdapat perbedaan yang signifikan . Hasil tersebut menujukkan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang dibelajarkan model pembelajaran PBL berbasis STEM daripada model pembelajaran konvensional. Hasil uji lanjut menggunakan uji scheffe mengahasilkan nilai Fhitung(14 75) Ftabel(2 00) yang menunjukkan rata-rata kemampuan pemecahan masalah yang dibelajarkan model PBL berbasis STEM lebih tinggi daripada rata-rata model konvensional.