Skripsi
Pengembangan bahan ajar teknik multimedia (PTI-017) standar kurikulum 2018 untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang / Kanzul Fikri Fauzi
Abstrak
ABSTRAK Fauzi Kanzul F. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Teknik Multimedia (PTI-017) Standar Kurikulum 2018 untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Hakkun Elmunsyah S.T. M.T (2) Heru Wahyu Herwanto S.T. M.Kom Kata kunci Bahan Ajar Multimedia ADDIE. Teknologi multimedia telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar untuk memperoleh informasi menyesuaikan informasi dan sebagainnya. Kemampuan teknologi multimedia yang telah terhubung internet akan semakin menambah kemudahan dalam mendapatkan informasi yang diharapkan. Multimedia memberi nuansa baru dalam memperoleh informasi melalui aktivitas membaca. Membaca berbantuan multimedia dapat memberikan beberapa manfaat yaitu menjadikan kegiatan membaca lebih dinamis dengan memberi dimensi baru pada kata-kata. Dalam hal ini Multimedia bukan hanya dengan menyediakan lebih banyak teks melainkan juga menghidupkan teks dengan menyertakan bunyi gambar musik animasi dan video (Munir 2012 9). Berdasarkan observasi kepada asisten praktikum matakuliah teknik multimedia (1) pada materi praktikum matakuliah teknik multimedia yang digunakan belum sesuai dengan kurikulum jurusan (2) modul materi praktikum teknik multimedia yang digunakan bersifat kondisional artinya dosen membuat materi sendiri dan bergantung pada kemampuan mahasiswa (3) modul praktikum teknik multimedia belum menunjukkan standar kompetensi yang sesuai dengan kurikulum pendidikan program studi. (4) mahasiswa cenderung kebingungan mengenai materi yang disajikan dan tidak dapat fokus memahami materi matakuliah multimedia. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan bahan ajar Teknik Multimedia sebagai penunjang proses pembelajaran matakuliah Multimedia yang memungkinkan peserta didik menyusun project multimedia untuk mengasah keterampilan yang dimiliki. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini ialah model pengembangan ADDIE. Hasil uji validasi yang dilakukan oleh para ahli bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan valid dengan persentase sebesar 91 06% oleh ahli materi dan 88 07% oleh ahli media. Uji coba kelayakan yang telah dilaksanakan di Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang diperoleh persentase 85 07% untuk uji coba kelompok kecil dan 83 07% untuk uji coba kelompok besar. Dari rangkaian uji validasi dan uji coba tersebut dapat dinyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan telah valid dan layak digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran Teknik Multimedia.