Skripsi
Kemampuan menulis puisi melalui media film dokumenter bergenre sejarah dan laporan perjalanan siswa kelas X SMAN 7 Malang / Dina Lestari
Abstrak
RINGKASAN Lestari Dina. 2019. Kemampuan Menulis Puisi melalui Media Film Dokumenter Bergenre Sejarah dan Laporan Perjalanan Siswa Kelas X SMAN 7 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikann Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nita Widiati M.Pd. Kata Kunci menulis puisi media film dokumenter bergenre sejarah media film dokumenter bergenre laporan perjalanan Menulis puisi merupakan tindakan atau kegiatan sastra yang dapat melatih kepekaan emosi kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berimajinasi yang dituangkan ke dalam bentuk simbol dan tulisan. Menulis puisi dapat melalui berbagai media. Salah satunya yaitu media film dokumenter. Media film dokumenter ialah potert atau gambaran secara umum yang didokumentasikan berdasarkan kenyataan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media film dokumenter bergenre sejarah dan laporan perjalanan kelas X SMAN 7 Malang dilihat dari aspek tema diksi citraan dan majas. Jenis pendekatan penelitian ini yaitu kuantitatif. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu metode analisisa kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMAN 7 Malang. Populasi terdiri dari 10 kelas. Sampel penelitian ini yaitu kelas X MIPA 5 dan X MIPA 6. Penelitian ini menggunakan teknikprobability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Data berupa skor kemampuan siswa dalam menulis puisi. Pengumpulan data melibatkan guru sebagai pembimbing siswa dan peneliti lain sebagai teman mendokumentasikan proses pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini yaitu mengelompokkan data mentabulasi data menyajikan data dan melakukan perhitungan data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Kemampuan menulis puisi dilihat pada aspek tema pada media film dokumenter bergenre sejarah yaitu aspek tema dapat diketahui bahwa 59 siswa dengan kualifikasi sangat baik sebesar 86%. 5 siswa dengan kualifikasi baik sebesar 7% 4 siswa yang dengan kualifikasi cukup sebesar 6%. Rata-rata kemampuan siswa dengan presentase 95% atau mendapatkan skor 259 dengan kategori sangat baik. Pada media film dokumenter bergenre laporan perjalanan yaitu 56 siswa dengan kualifikasi sangat baik sebesar 81% 9 siswa dengan kualifikasi baik sebesar 14% 3 siswa dengan kualifikasi cukup sebesar 4%. Rata-rata kemampuan siswa dengan presentase 94% atau mendapatkan skor 257 dengan kategori sangat baik. Keseluruhan hasil aspek kemampuan menulis puisi dapat dikategorikan sangat baik. Kemampuan menulis puisi bergenre sejarahaspek diksi dapat dikemukakan bahwa 26 siswa dengan kualifikasi sangat baik sebesar 38%. 32siswa dengan kualifikasi baik sebesar 47%. 8 siswa dengan kualifikasi cukup baik sebesar 13%dan 2 siswa dengan kualifikasi kurang sebesar 2%. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 68 siswa dengan presentase 77 57% atau mendapatkan skor 211 dapat dikategorikan baik. Pada media film bergenre laporan perjalanan yaitu 27siswa dengan kualifikasi sangat baik sebesar 40%. 24 siswa dengan kualifikasi baik sebesar 35%. 17 siswa dengan kualifikasi cukup baik sebesar 25%.Rata-rata kemampuan siswa dengan presentase 76 47% atau mendapatkan skor 208 dengan kategori mampu. bahwa Kemampuan menulis puisi dilihat pada aspek citraan pada media film dokumenter bergenre sejarah yaitu 1 siswa dengan kualifikasi sangat baik sebesar 1%. 38 siswa dengan kualifikasi baik sebesar 57%. 35 siswa dengan kualifikasi cukup sebesar 24%. 5 siswa yang dengan kualifikasi kurang sebesar 7%. Rata-rata kemampuan siswa dengan presentase 74% atau mendapatkan skor 201 dengan kategori baik. Pada media film dokumenter bergenre laporan perjalanan yaitu 3 siswa dengan kualifikas sangat baiki sebesar 2%. 38 siswa dengan kualifikasi baik sebesar 66%.31 siswa dengan cukup kualifikasi sebesar 21%. 7 siswa yang kurang dengan kualifikasi 10%.Rata-rata kemampuan siswa dengan presentase 66% atau mendapatkan skor 171 dengan kategori cukup. Kemampuan menulis puisi dilihat pada aspek majas pada media film dokumenter bergenre sejarah yaitu 2 siswa dengan kualifikasi sangat baik sebesar 3% 25 siswa dengan kualifikasi baik sebesar 36% 29 siswa dengan kualifikasi cukup sebesar 42%. 8 siswa dengan kualifikasi kurang sebesar 12%. Rata-rata kemampuan siswa dengan presentase 56% atau mendapatkan skor 153 dengan kategori cukup. Pada media film dokumenter bergenre laporan perjalanan yaitu terdapat 1 siswa yang dengan kualifikasi sangat baik sebesar 1%. 23 siswa dengan kualifikasi baik sebesar 34%. 27 siswa dengan kualifikasi cukup baik sebesar 40%. 18 siswa dengan kualifikasi kurang sebesar 26%. Rata-rata kemampuan siswa dengan presentase 52% atau mendapatkan skor 153 dengan kategori cukup. . Hasil keseluruhan aspek kemampuan menulis puisi pada media film dokumenter bergenre sejarah dengan presentase sebesar 75 45% sedangkan pada media film dokumenter bergenre laporan perjalanan dengan presentase sebesar 71 14%.Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa melalui media film dokumenter bergenre sejarah dari aspek tema dengan kategori sangat baik. Diksi dengan kualifikasi baik. Citraan dengan kategori cukup dan majas dengan kategori kurang. Menulis puisi melalui media film dokumenter bergenre sejarah lebih tinggi daripada menulis puisi melalui media film dokumenter bergenre laporan perjalanan. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya nilai kemmapuan menulis puisi bergenre sejarah daripada laporan perjalanan. Adapun hal tersebut dapat dipengaruhi oleh media film sejarah yang cenderung lebih dramatis daripada laporan perjalanan dan mengakibatkan siswa lebih mudah dalam menulis puisi melalui media film dokumeter bergenre sejarah daripada laporan perjalanan. Berdasarkan temuan disarankan guru untuk menggunakan media film dokumenter bergenre sejarah sebagai media dalam menulis puisi karena lebih menimbulkan efek dramatis yang dapat memudahkan siswa dalam menulis puisi. Bagi peneliti lain disarankan agar memperkaya aspek-aspek lain yang berkaitan dengan kemampuan menulis puisi baik unsur fisik maupun unsur batin puisi serta menambah variasi metode maupun media dalam pembelajaran menulis puisi.