Skripsi
Pengembangan pembelajaran ekosistem berbasis discovery-inquiry untuk melatihkan keterampilan proses dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP / Diana Rahma Ayunita
Abstrak
RINGKASAN Ayunita Diana Rahma. 2019. Pengembangan Pembelajaran Ekosistem Berbasis Discovery-Inquiry untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII SMP. Skripsi Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Penge[tahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ibrohim M.Si. (II) Erti Hamimi S.Pd. M.Sc. Kata Kunci perangkat pembelajaran discovery-inquiry sikap ilmiah keterampilan proses sains kemampuan berpikir kritis IPA merupakan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan hal ini dikarenakan objek yang dipelajari merupakan lingkungan itu sendiri. Kurikulum 2013 (K13) menekankan pendekatan ilmiah pada kegiatan pembelajaran. Salah satu model yang disarankan oleh K13 adalah model discovery-inquiry. Tahapan pada model discovery-inquiry yaitu stimulasi perumusan masalah pengumpulan data analisis data verifikasi dan generalisasi ini membiasakan siswa untuk berperan aktif untuk belajar dari lingkungan sekitar. Penerapan model ini membantu siswa dalam memecahkan masalah dengan proses meneliti dan menemukan konsep dari berbagai sumber informasi. Sumber belajar yang dapat digunakan siswa dalam pembelajaran berbasis discovery-inquiry adalah penggunaan sumber belajar lokal untuk materi ekosistem yaitu Wana Wisata Bedengan Dau. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran ekosistem berbasis discovery-inquiry untuk melatihkan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP yang valid praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengacu pada model 4-D dari Thiagarajan yaitu define design develop dan disseminate namun dibatasi hanya sampai tahap develop. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari saran dan masukan yang diberikan oleh validator ahli perangkat pembelajaran dan praktisi lapangan sedangkan data kuantitatif melalui hasil validasi oleh validator. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi lembar validasi perangkat pembelajaran lembar keterlaksanaan pembelajaran angket respons guru angket respons siswa lembar observasi dan tes. Validasi produk dilakukan oleh validator ahli perangkat pembelajaran dan praktisi lapangan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan diujicobakan terbatas di kelas VII-A SMPN 1 Dau dengan jumlah siswa 30 orang. Produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi silabus RPP LKS intrumen penilaian dan handout. Persentase hasil validasi perangkat pembelajaran secara berturut-turut ialah 94 4% 91 9% 86 0% 91 7% dan 93 8% dengan kriteria sangat valid. Hasil uji coba produk dihasilkan nilai sikap ilmiah 87 8% dengan kriteria tinggi keterampilan proses sains 85 4% dengan kriteria tinggi kemampuan berpikir kritis 72 1% dengan kriteria cukup keterlaksanaan pembelajaran 86 3% dengan kriteria sangat praktis kepraktisan pembelajaran 88 5% dengan kriteria sangat praktis serta keefektifan pembelajaran 74% dengan kriteria baik. Komentar dan saran yang diberikan validator yaitu perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah cukup baik dan layak digunakan.