UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan kadar interleukin-1 pada atlet renang dengan atlet angkat besi / Muhammad Fatkhurrozi

Fatkhurrozi, Muhammad - Nama Orang;

Abstrak
RINGKASAN Fatkhurrozi Muhammad 2019. Perbedaan Kadar Interleukin-1 946 (IL-1 946 ) pada Atlet Renang dengan Atlet Angkat Besi. Skripsi.Jurusan Ilmu Keolahragaan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes (II) Olivia Andiana S.Or M.Kes. Kata Kunci interleukin-1 946 atlet renang (olahraga aerobik) atlet angkat besi (olahraga anaerobik) Latihan fisik dapat memicu terjadinya kerusakan jaringan pada otot yang mengakibatkan perubahan respon imun di dalam tubuh dengan ditandai oleh peningkatan kadar Interleukin-1. Interleukin-1 merupakan salah satu sitokin yang bekerja sebagai mediator inflamasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Interleukin-1 pada atlet renang (olahraga aerobik) dengan atlet angkat besi (olahraga anaerobik). Metode dalam penelitian ini adalah survei yang menggunakan uji Sample Paired T-Test dengan pengambilan sampling secara Purposive Sampling. Terdapat 2 kelompok sampel masing-masing 5 orang tiap kelompok dengan populasi sebanyak 10 orang. Dari hasil yang didapatkan bahwa kelompok atlet angkat besi memiliki rata-rata jumlah kadar Interleukin-1 sebesar 1415.40 pg/L dan rata-rata jumlah kadar Interleukin-1 kelompok atlet renang sebesar 1099.40 pg/L. Kadar Interleukin-1 946 tertinggi pada atlet renang sebesar 1126 40 pg/L sedangkan atlet angkat besi sebesar 1642 37 pg/L. Berdasarkan Uji beda T didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.107 yang dalam hal ini dapat dikatakan kedua kelompok sampel memiliki perbedaan yang signifikan karena nilai Sig (0.107) P 0.05. Berdasarkan hasil analisis statistik yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan (1) adanya pengaruh olahraga aerobik (renang) terhadap peningkatan kadar Interleukin-1 pada darah (2) adanya pengaruh olahraga anaerobik (angkat besi) terhadap peningkatan kadar Interleukin-1 pada darah (3) adanya perbedaan yang signifikan dalam hal ini olahraga aerobik(renang) memiliki kadar Interleukin-1 lebih rendah dari olahraga anaerobik (angkat besi). Disarankan bahwa sangat penting seorang atlet maupun pelatih untuk memperhatikan intensitas latihan dan waktu istirahat karena olahraga juga dapat menjadi stressor bagi tubuh yang dapat mengakibatkan peradangan/inflamasi.


Informasi Detail
DDC
Rs 797.21 FAT p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Keolahragaan, 2019.
Deskripsi Fisik
xiv, 57 lembar: ill., tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
05843/KI/19
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2019
Subjek
1. RENANG - ASPEK KESEHATAN
2. ANGKAT BESI - ASPEK KESEHATAN
3. SWIMMING - HEALTH ASPECTS

Pembimbing
1. Rias Gesang Kinanti; 2. Olivia Andiana
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik