Skripsi
Optimasi panjang bentang struktur atap kuda-kuda baja canai dingin / Iyanta Destian Sitorus
Abstrak
ABSTRAK Iyanta Destian S. 2019. Optimasi Panjang Bentang Struktur Atap Kuda-kuda Baja Canai Dingin. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Ir. Edi Santoso M.T. (II) Dr. Nindyawati S.T. M.T. Kata Kunci Panjang bentang Kuda-kuda baja canai dingin Kegagalan elemen merupakan kegagalan akibat konfigurasi bentuk struktur rangka atap kuda-kuda. Oleh karena hal tersebut maka perlu diperhatikan konfigurasi struktur diantaranya panjang dimensi material penyusun. Dilihat dari kasus keruntuhan struktur atap baja ringan dan penelitian baja ringan mengalami tekuk yang menyebabkan instabilitas pada struktur sehingga terjadi keruntuhan. Semakin panjang bentang suatu struktur atap baja ringan maka semakin panjang setiap elemen tekan maupun tariknya apabila semakin panjang batang tekan maka kapasitas penampang terhadap tekuk semakin kecil yang bertujuan mendapatkan bentang struktur yang optimal. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Data didapatkan dengan permodelan secara analitis dan pengujian prototipe kuda-kuda. Permodelan secara analitis menggunakan aplikasi SAP2000 v14 untuk menemukan panjang bentang beban dan lendutan maksimum pada kuda-kuda. Selanjutnya pengujian prototipe dilakukan pembebanan statis pada kesembilan simpul hingga kuda-kuda mengalami keruntuhan. Hasil grafik dari permodelan secara analitis serta uji prototipe kuda-kuda akan dianalisis serta dibandingkan beban dan lendutan nya. Kemudian akan dicari faktor keamanan yang direkomendasikan hasil dari perbandingan lendutan izin dan lendutan maksimum yang terjadi pada uji prototipe kuda-kuda. Selanjutnya dilakukan pengamatan secara visual terhadap pola keruntuhan yang terjadi pada kuda-kuda. Berdasarkan hasil analitis data didapatkan 4 kesimpulan yaitu (1) Berdasarkan hasil permodelan secara analitis dan pengujian prototipe kuda-kuda dengan jarak antar kuda-kuda 1 4 m didapatkan bentang 11 m adalah panjang bentang maksimal kuda-kuda tipe truss baja canai dingin (2) Lendutan maksimum di seperempat dan tigaperempat bentang pada pengujian kuda-kuda 11 m adalah 11 33 mm dengan selisih sebesar 26 91% terhadap hasil analitis (3) Berdasarkan persamaan menurut Cheatham (1995) didalam Arjunajati (2016) yang dihitung berdasarkan beban rencana dengan beban prototipe didapat hasil angka keamanan sebesar 1 40 (4) Pola keruntuhan terjadi pada batang tekan di area dekat tumpuan mengalami pola keruntuhan tekuk lentur torsional. Berdasarkan hasil penelitian disarankan perlu dilakukan peningkatan pada kualitas pembuatan prototipe kuda-kuda. Terutama pada penyalur beban ketegangan seling baja sehingga yang terjadi merata pada pembebanannya. Kelurusan benda uji sehinga tidak terjadi eksentrisitas. Perlu diperhatikan pada daerah batang tekan dengan panjang lebih dari 1400 mm untuk ditambahkan elemen perkuatan yang dapat menaikan kapasitas penampang pada sumbu lemahnya dan pada daerah tumpuan yang terjadi tekuk lentur torsional.