Skripsi
Karakterisasi kuat lentur dan pola retak balok beton yang menggunakan gap graded pada campurannya / Sandy Wahyu Pamungkas
Abstrak
RINGKASAN Pamungkas S.W. 2019. Karakterisasi Kuat Lentur dan Pola Retak Balok Beton yang Menggunakan Gap Graded pada Campurannya. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Boedya Djatmika S.T. M.T. (II) Drs. Adjib Karjanto S.T. M.T. Kata Kunci Beton Kuat Lentur Pola Retak Gap Graded. Perkembangan industri konstruksi terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah manusia beserta kebutuhan manusia itu sendiri. Salah satu bahan yang umum dipakai adalah beton dan baja. Beton sebagai bahan bangunan telah lama dikenal di Indonesia. Disamping mempunyai keunggulan dalam mendukung tegangan tekan beton mudah dibentuk sesuai kebutuhan dapat digunakan pada berbagai struktur teknik sipil serta mudah dalam perawatannya. Penelitian ini muncul akibat permasalahan di lapangan bahwa gradasi yang baik susah ditemukan di daerah tertentu. Merujuk pada penelitian terdahulu di dalam buku Teknologi Beton mengatakan bahwa gradasi agregat campuran yang baik kadang sangat sulit didapatkan langsung dari quarry. Dalam hal ini metode Dreux Gorrise yang menggunaan agregat dengan gradasi bercelah atau tak kontinu (gap-graded) yang tersedia di daerah tersebut tersedia dapat dijadikan alternatif yang layak untuk di pertimbangkan. Dalam penelitian Laksmi dkk (2015) mengatakan bahwa semakin tinggi nilai kuat tekan yang direncanakan maka nilai pembebanan maksimum yang mampu ditahan oleh beton bergradasi celah (gap graded) semakin rendah dari kuat tekan rencana. Dalam penelitian Gungun Saelan (2016) mengatakan jika kuat tekan beton pada perancangan campuran beton cara SNI dianalisis menggunakan cara Dreux Gorisse maka kuat tekan yang direncanakan berpeluang tidak tercapai. Dalam penelitian Azka Saelan (2016) mengatakan bahwa perancangan campuran beton pada faktor granular tinggi juga dapat dicapai dengan menggunakan ukuran agregat maksimum 20 mm. Penelitian dalam skripsi ini bersifat studi eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakterisasi kuat lentur dan pola retak balok beton dengan menggunakan SNI 7656 2012 dan Dreux Gorisse. Dimana penelitian ini menggunakan benda uji silinder untuk kuat tekan dan balok beton untuk kuat lentur dan pola retak dengan umur pengujian 28 hari. Dari hasil pengujian pada penelitian ini diperoleh nilai rata-rata kuat tekan untuk kedua metode perencanaan campuran beton yaitu Dreux Gorisse 18 21 MPa lebih besar dari nilai rata-rata kuat tekan SNI 9656 2012 15 79 MPa. Nilai rata-rata kuat lentur untuk kedua metode perencanaan campuran beton yaitu Dreux Gorisse 26 90 MPa lebih besar dari nilai rata-rata kuat lentur SNI 9656 2012 25 70 MPa. Dan hasil pola retak atau kegagalan balok beton metode perencanaan campuran beton SNI 9656 2012 menunjukan bahwa ketiga benda uji mengalami kegagalan lentur sedangkan balok beton metode Dreux Gorisse menunjukan bahwa ketiga benda uji 2 benda uji mengalami kegagalan lentur dan satu benda uji mengalami kegagalan lentur-geser.