Skripsi
Analisis tingkat bahaya tanah longsor di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember / Izza Nurhasanah
Abstrak
RINGKASAN Nurhasanah Izza. 2019. Analisis Tingkat Bahaya Tanah Longsor Di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Skripsi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Didik Taryana M.Si (II) Drs. Rudi Hartono M.Si. Kata Kunci Faktor Penyebab Tanah Longsor Tipe Longsoran Tingkat Bahaya Tanah Longsor. Kecamatan Sumberbaru merupakan wilayah yang berada pada lereng Gunung Argopuro dan Gunung Lemongan dengan morfologi pegunungan dan perbukitan di bagian utara dan datar di bagian selatan. Kecamatan Sumberbaru memiliki kemiringan curam hingga landai dengan curah hujan yang tinggi. Dengan kondisi tersebut mendukung wilayah ini untuk terjadi tanah longsor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 2018 ada 6 kejadian longsor yang menyebabkan kerugian harta benda dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk (1)menganalisis faktor penyebab tanah longsor (2) mengidentifikasi tipe longsoran (3) dan menentukan tingkat bahaya tanah longsor di Kecamatan Sumberbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian skor untuk setiap parameter penyebab tanah longsor. parameter yang digunakan ada 9 yaitu kemiringan lereng permeabilitas tanah indeks plastisitas tekstur tanah kerapatan kekar tingkat pelapukan kedalaman pelapukan penggunaan lahan dan curah hujan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada setiap satuan bentuk lahan guna mendapatkan sampel sesuai dengan tujuan penelitian. Setiap skor pada parameter yang digunakan dijumlahkan kemudian di klasifikasikan berdasarkan kelas yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap faktor memiliki skor tersendiri pada setiap bentuk lahan sesuai dengan karakteristik yang ditunjukkan. Berdasarkan hasil analisis di Kecamatan Sumberbaru faktor curah hujan merupakan faktor utama terjadinya tanah longsor karena air hujan menjadi gaya pendorong untuk tanah atau batuan bergerak menuruni lereng. Tingkat bahaya tanah longsor di Kecamatan Sumberbaru terdiri dari kelas sedang dan tinggi. Tingkat bahaya sedang berada di hampir seluruh wilayah Kecamatan Sumberbaru pada bentuk lahan lereng tengah (V4) lereng bawah Lemongan(V5) kaki gunung api (V6) dataran kaki gunung api (V7) dan dataran fluvial gunung api (V8). Tingkat bahaya sedang meliputi Desa Jambesari Kali Glagah Jamintoro Yosorati Rowo Tengah dan Sumber Agung. Tipe longsoran pada tingkat bahaya sedang meliputi translasi rotasi dan pergerakan blok rayapan tanah dan aliran. Tingkat bahaya tinggi terdapat pada bentuk lahan lereng bawah Argopuro (V5) meliputi Desa Jatiroto Gelang Karangbayat sebagian Yosorati dan Pringgowirawan. Tipe longsoran yang ada diwilayah ini meliputi translasi rotasi rayapan tanah dan aliran. SUMMARY Nurhasanah Izza. 2019. Analysis of the Level of Landslide Hazards in Sumberbaru District Jember Regency. Thesis Department of Geography Faculty of Social Sciences Universitas Negeri Malang. Supervisor (I) Dr. Didik Taryana M.Sc (II) Drs. Rudi Hartono M.Sc. Keywords Factors Causing Landslides Avalanche Type Landslide Hazard Level. Sumberbaru District is an area on the slopes of Mount Argopuro and Mount Lemongan with mountainous and hilly morphology in the north and flat in the south. Sumberbaru District has a steep slope to a gentle slope with high rainfall. Under these conditions support this region to occur landslides. Based on data from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province in 2017 - 2018 there were 6 landslides that caused property losses and fatalities. This study aims to (1) analyze the causes of landslides (2) identify the types of landslides (3) and determine the level of landslide hazards in Sumberbaru District. The method used in this study is the provision of scores for each parameter causing landslides. There are 9 parameters used namely slope soil permeability plasticity index soil texture stocky density weathering level weathering depth land use and rainfall. The sampling technique uses a purposive sampling technique in each unit of landform in order to get a sample in accordance with the research objectives. Each score on the parameters used is added up then classified according to the class specified. The results showed that each factor has its own score on each landform according to the characteristics indicated. Based on the results of the analysis in the Sumberbaru District the rainfall factor is a major factor in the occurrence of landslides because rainwater becomes the driving force for the soil or rocks moving down the slope. The level of landslide hazards in Sumberbaru District consists of medium and high classes. The level of danger is in almost all regions of Sumberbaru Subdistrict on middle slope landforms (V4) Lemongan lower slope (V5) volcano foot (V6) volcano foot plain (V7) and volcanic fluvial plain (V8). Moderate levels of danger include Jambesari Village Kali Glagah Jamintoro Yosorati Rowo Tengah and Sumber Agung. Landslide types at moderate hazards include translation rotation and movement of blocks land creeps and streams. High levels of danger are found in the lower slope shape of Argopuro (V5) covering the villages of Jatiroto Gelang Karangbayat part of Yosorati and Pringgowirawan. The types of landslides in this region include translation rotation land crawling and flow.