Tesis
Strategi implementasi penguatan pendidikan karakter di SD Muhammadiyah 08 Dau dan Mi Miftahul Ulum Sudimoro Kabupaten Malang / Ilham Nur Sujatmiko
Abstrak
RINGKASAN Sujatmiko Ilham Nur.2019. Strategi Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah 08 Dau dan MI Miftahul Ulum Sudimoro. Tesis Jurusan Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Imron Arifin. M.Pd. (II) Dr. Asep Sunandar S.Pd. M.AP Kata kunci Penguatan Pendidikan Karakter budaya kelas budaya sekolah faktor keberhasilan dan faktor penghambat pendidikan karakter. Dekadensi moral adalah suatu bahasan yang sudah tidak asing lagi di dengar bahkan sudah menjadi isu dalam pendidikan di Indonesia. Dekadensi moral tentunya menggungah para pengiat lembaga pendidikan untuk menanganinya. Penanganan dekadensi moral memiliki banyak latar belakang termasuk diantaranya kasus yang berhubungan dengan moral anak bangsa seperti kurang adanya adab yang baik peserta didik terhadap guru maupun kepada orangtua. Dekadensi moral sudah sangat merajalela dalam dunia pendidikan sehingga menjadi potret hitam bagi dunia pendidikan. Pemerintah mencoba membuat suatu program dalam mengatasi hal tersebut yang disebut dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penguatan Pendidikan Karakter memiliki beberapa nilai karakter termasuk didalmnya nilai religius nasionalis integritas mandiri serta gotong royong. Penguatan Pendidikan Karakter ini tentunya beberapa basis untuk mencapainya termasuk didalam tujuan penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan strategi dan impelementasi penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di SD Muhammadiyah 08 Dau dan MI Miftahul Ulum Sudimoro (2) Mendeskripsikan strategi dan impelementasi penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di SD Muhammadiyah 08 Dau dan MI Miftahul Ulum Sudimoro (3) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat keberhasilan penguatan pendidikan karakter di SD Muhammadiyah 08 Dau dan MI Miftahul Ulum Sudimoro. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif studi kasus. Fokus penelitian kali ini strategi dan implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SD Muhammadiyah 08 Dau dan MI Miftahul Ulum Sudimoro. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara (1) wawancara mandalam (2) observasi non partisipan (3) Studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini display reduksi data penyajian data lalu penarikan kesimpulan Temuan penelitian di SD Muhammadiyah 08 Dau dan MI Miftahul Ulum Sudimoro terkait Penguatan Pendidikan Karakter Berbasisi Kelas adalah (a) adanya program yang merupakan aplikasi dari perumusan visi dan misi (b) ada strategi dan implementasi pengembangan Kompetensi Dasar terhadap materi atau tema yang akan disampaikan (c) ada penyusunan RPP dan kolaborasi model pembelajaran (d) adanya program dan implementasi terkait pengelolaan ruang kelas yaitu baik tatanan meja dan kursi bentuk meja dan kursinya atupun cara berinteraksi dengan guru (e) terdapat aturan yang disepakati dan adanya sanksi (f) adanya komunikasi dalam pengelolaan pekerjaan peserta didik (g) adanya sanksi bagi yang melanggar dalam pengololaan tingkah laku anak yang kurang baik. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis budaya sekolah adalah di SD Muhammadiyah 08 Dau (a) ada program kegiatan rutin harian berbaris di depan kelas menumbuhkan karakter disiplin kegiatan sholat Dhuha upacara bendera saat hari senin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya menumbuhkan karakter nasionalis Membaca asmaul husna menumbuhkan karakter religius Program senyum salam sapa Ada kegiatan Jumat Bersih ada program tahfidz mengaji kegiatan ekstrakurikuler tapak suci Hisbul Wathan karawitan Jalan santai (b) menjalin hubungan baik dengan guru dalam membentuk suritauladan dan (c) bekerjasama dengan orangtua dan pihak terkait dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (d) dikenakan sanksi dalam hal program Penguatan Pendidikan Karakter (e) adanya gerakan gemar membaca setiap jumat untuk program literasi. Sementara di MI Miftahul Ulum Sudimoro terdapat program (a) Kegiatan rutin pada jam 06.30 yang berbeda-beda antar hari Senin sampai Sabtu upacara bendra setiap hari senin Selasa ada upacara bendera Rabu ada kegiatan Istigosah Kamis ada kegiatan sholat dhuha Jumat ada kegiatan senam santri Sabtu ada kegiatan senam SKJ anak masuk kedalam kelas guru berbaris dan peserta didik berbaris di depan kelas lalu masuk bersalaman dengan guru dengan ditepuk pundaknya sembari di doakan mendoakan anak supaya pintar anak mengucapkan amin lalu masuk kedalam kelas itu salah satu dari pembiasaan (b) adanya pembiasaan yang baik dari guru dalam membentuk suritauladan (c) belum ada program khusus namun orang tua mendukung program sekolah dalam hal melibatkan seluruh pemangku kepentingan (d) adanya sosialisasi terlebih dahulu dalam hal membangun kepatuhan terhadap norma (e) melakukan kegiatan membaca buku bebas terkait dengan literasi 15 menit sebelum pelajaran dimulai Terakhir adalah faktor keberhasilan yang terdapat dua faktor penghubung dan penghambat dan terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor pendukung internal dari sekolah tersebut terkait dengan adanya guru dan sekolah yang mendukung dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter untuk faktor pendukung eksternalnya adalah adanya kesadaran dari wali murid dalam pelibatan Penguatan Pendidikan Karakter untuk penghambat internalnya adalah dari adanya peserta didik dan guru sendiri yang kurang sadar akan pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter kurangnya fasilitas sekolah dalam mendukung Penguatan Pendidikan Karakter untuk faktor penghambat eksternalnya adalah kesadaran sebagian wali murid yang rendah sehingga tidak mendukung keberhasilan Penguatan Pendidikan Karakter.