Disertasi
Model teoritik pengambilan keputusan karier siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kota Malang dalam perpektif teori relasional / Silvianingsih
Abstrak
RINGKASAN Silvianingsih. 2019. Model Teoritik Pengambilan Keputusan Karier Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Malang dalam Perspektif Teori Relasional. Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd. (II) Dr. Triyono M.Pd. (III) Dr. Carolina Ligya Radjah M.Kes. Kata kunci pengambilan keputusan karier peran orang tua efikasi diri dalam kesulitan pengambilan keputusan karier. Pengambilan keputusan karier merupakan proses yang harus dilalui siswa di akhir masa studi di Sekolah Menengah Atas. Ini merupakan proses dimana siswa menentukan sebuah pilihan terkait studi lanjut dan okupasi yang akan ditekuni dimasa depan. Pengambilan keputusan karier merupakan proses yang kompleks dan rumit sehingga siswa seringkali mengalami berbagai permasalahan selama melalui. Di akhir proses ini siswa dapat saja berada dalam status dapat membuat keputusan yang logis dan memungkinkan untuk dicapai (decision) ataupun tidak dapat mengambil keputusan hingga di akhir masa studinya (indecision). Teori karier terdahulu mengedepankan berbagai aspek personal siswa yang dominan berperan dalam proses pengambilan keputusan karier di antaranya minat bakat kepribadian maupun berbagai kualitas diri yang dimiliki. Namun teori relasional yang dikemukakan oleh Blustein di tahun 2001 memberikan sudut pandang yang berbeda dalam proses pengambilan keputusan karier dimana teori ini memandang bahwa meskipun pengambilan keputusan merupakan tindakan personal peran pola-pola interaksi yang terbentuk antara siswa dan significant others di sekitar lingkungannya terutama orang tua merupakan aspek penting yang tidak akan terlepas dari proses itu sendiri.. Orang tua turut mempengaruhi penentuan pilihan yang dibuat oleh siswa dan hubungan antara orang tua dan anak akan turut menentukan sikap siswa dalam membuat keputusan karier. Maka selain faktor-faktor internal seperti efikasi diri dan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama melalui proses pengambilan keputusan terdapat pula faktor-faktor eksternal di antaranya dukungan orang tua dan kelekatan orang tua-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antar konstruk yaitu (1) pengaruh dukungan orang tua terhadap efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier siswa (2) pengaruh dukungan orang tua terhadap pengambilan keputusan karier siswa (3) pengaruh kelekatan orang tua-anak terhadap pengambilan keputusan karier siswa (4) pengaruh efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier terhadap kesulitan pengambilan keputusan karier siswa (5) pengaruh kesulitan pengambilan keputusan karier terhadap pengambilan keputusan karier siswa (6) pengaruh dukungan orang tua terhadap kesulitan pengambilan SILVIANINGSIH PROGRAM STUDI BIMBIiNvGAN DAN KONSELING keputusan karier yang dimediasi oleh efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier siswa (7) pengaruh dukungan orang tua terhadap pengambilan keputusan karier yang dimediasi oleh efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier dan kesulitan pengambilan keputusan karier siswa serta (8) pengaruh efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier terhadap pengambilan keputusan karier yang dimediasi oleh kesulitan pengambilan keputusan karier siswa. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan rancangan desain causal relationship study untuk menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karir. Penelitian dilakukan di 10 SMA Kota Malang. Sampel penelitian sebanyak 300 siswa Kelas XII. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen skala dalam bentuk rating scale. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan AMOS 24 dan Structural Equation Model (SEM) untuk uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh signifikan dukungan orang tua terhadap efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier siswa (2) ada pengaruh signifikan dukungan orang tua terhadap pengambilan keputusan karier siswa (3) ada pengaruh signifikan kelekatan orang tua terhadap pengambilan keputusan karier siswa (4) ada pengaruh signifikan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier terhadap kesulitan pengambilan keputusan karier siswa (5) ada pengaruh signifikan kesulitan pengambilan keputusan karier terhadap pengambilan keputusan karier siswa (6) ada pengaruh signifikan dukungan orang tua terhadap kesulitan pengambilan keputusan karier melalui efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier siswa (7) ada pengaruh signifikan dukungan orang tua terhadap pengambilan keputusan karier melalui efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier melalui kesulitan pengambilan keputusan karier siswa dan (8) ada pengaruh signifikan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier terhadap pengambilan keputusan karier melalui kesulitan pengambilan keputusan karier siswa. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan saran-saran sebagai berikut (1) kepada para pengambil kebijakan di sekolah hendaknya dikembangkan dukungan sistem yang komprehensif bagi berkembangnya layanan bimbingan dan konseling karier yang kekinian dan milenial (2) bagi guru bimbingan dan konseling hendaknya mengembangkan berbagai program layanan BK karier yang terintegrasi dan berkelanjutan semenjak siswa awal masuk di bangku SMA yang berdasar pada perluasan wawasan akan aneka variasi pilihan karier di era milenial dimana setiap kegiatan memungkinkan untuk ditekuni sebagai karier yang menjanjikan di masa depan dan dapat menunjang kehidupan secara ekonomis (3) dengan melihat hasil bahwa kelekatan orang tua-anak merupakan variabel dominan terhadap pengambilan keputusan karir maka guru bimbingan dan konseling bersama-sama dengan dukungan sistem yang ada di SMA dianjurkan untuk mengembangkan program-program layanan yang memperkuat otonomi diri siswa dalam pengambilan keputusan serta mengembangkan kemampuan kolaboratif antara orang tua dan anak yang konstruktif dan (4) kepada peneliti selanjutnya agar melakukan uji model berikutnya dengan melakukan perbandingan dengan model alternatif mengembangkan alat ukur yang kontekstual dan mencerminkan siswa SMA di Indonesia serta melibatkan lebih banyak variabel dalam pengujian pengaruh. SILVIANINGSIH PROGRAM STUDI BIMBINv GAN DAN KONSELING