Skripsi
Penanda kebahasaan teks prosedur kompleks pada buku penuntun membuat busana / Vadhila Putri Rachmasanti
Abstrak
RINGKASAN Rachmasanti Vadhila Putri. 2019. Penanda Kebahasaan pada Teks Prosedur Kompleks dalam Buku Penuntun Membuat Busana. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Martutik M.Pd. Kata Kunci teks prosedur kompleks kata perintah konjungsi Penelitian ini bertujuan memaparkan kebahasaan pada paparan langkah-langkah teks prosedur kompleks yang berupa penanda imperatif (kata perintah) penanda urutan (konjungsi pengurutan) dan penanda waktu (konjungsi waktu) dalam buku penuntun membuat busana yang berjudul Buku Penuntun Membuat Busana Sistem Tailoring Custom Made Tingkat Dasar karya Soekarno dan Rosni Lingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data penelitian ini berupa data deskriptif yang memaparkan kata dan konjungsi pada paparan langkah-langkah teks prosedur kompleks dalam buku penuntun membuat busana. Data tersebut diambil dari sumber data yang berupa buku yang berisi prosedur atau langkah-langkah membuat busana yang berujudul Buku Penuntun Membuat Busana Sistem Tailoring Custom Made Tingkat Dasar karya Soekarno dan Rosni Lingga. Selanjutnya data-data tersebut dianalisis untuk memperoleh deskripsi mengenai penanda kebahasaan teks prosedur kompleks pada paparan langkah-langkah pada buku penuntun membuat busana. Teknik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi dokumen karena peneliti tidak ikut berpartisipasi dalam memproduksi teks prosedur kompleks dalam buku penuntun membuat busana Peneliti memanfaatkan karya penulis buku dan berperan sebagai instrumen utama dalam menganalisis data. Data dianalisis dengan menggunakan instrumen pendukung berupa pedoman analisis data dan tabel analisis data. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu pereduksian data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahap pereduksian data dilakukan dengan membaca memeriksa ciri kebahasaan teks prosedur kompleks pada Buku Penuntun Membuat Busana Sistem Tailoring Custom Made Tingkat Dasar lalu menyeleksi dan memberi kode pada data. Penyajian data yang berisi pemaparan dan pembahasan disusun berdasarkan fokus penelitian. Data berupa paparan kata dan konjungsi pada paparan langkah-langkah teks prosedur kompleks dalam buku penuntun membuat busana dianalisis menggunakan berbagai teori berdasarkan landasan teori. Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan temuan pada hasil analisis dan penyajian data sesuai fokus penelitian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh lima simpulan yang sejalan dengan fokus penelitian yaitu (1) bentuk kata yang menunjukkan penanda imperatif (2) kata yang menunjukkan penanda urutan (3) letak kata yang menunjukkan penanda urutan (4) kata yang menunjukkan penanda waktu dan (5) letak kata yang menunjukkan penanda waktu. Penanda imperatif (perintah) yang digunakan pada paparan langkah-langkah teks prosedur kompleks di dalam buku sangat beragam. Kata yang menunjukkan perintah pada paparan langkah-langkah pada teks prosedur kompleks di dalam buku merupakan kata kerja dengan bentuk dasar kata kerja berimbuhan dan kata kerja yang mengalami pengulangan. Penanda urutan yang digunakan pada paparan langkah-langkah teks prosedur kompleks di dalam buku terdapat dua macam yaitu konjungsi kemudian dan lalu. Kata kemudian dan lalu merupakan salah satu konjungsi pengurutan. Konjungsi kemudian merupakan variasi dari konjungsi lalu. Dari dua konjungsi yang ditemukan yang paling banyak muncul yaitu konjungsi kemudian. Letak penanda urutan yang ditemukan yaitu konjungsi kemudian dan lalu konjungsi kemudian ditemukan terdapat di dua letak yaitu di awal kalimat dan di tengah kalimat. Sedangkan konjungsi lalu ditemukan di tengah kalimat. Letak penandan urutan yang paling banyak muncul yaitu di tengah kalimat. Penanda waktu yang digunakan pada paparan langkah-langkah teks prosedur kompleks di dalam buku hanya ditemukan satu macam yaitu konjungsi sebelum. Letak penanda waktu (konjungsi waktu) sebelum ditemukan terdapat di tiga letak. Letak penanda waktu (konjungsi waktu) yaitu di awal kalimat di tengah kalimat dan di akhir kalimat. Konjungsi waktu banyak muncul di awal kalimat. Berdasarkan simpulan hasil penelitian dipaparkan saran sebagai berikut. Pertama bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia penelitian ini dapat menjadi refleksi penggunaan kebahasaan teks prosedur kompleks khususnya penanda imperatif penanda urutan dan penanda waktu. Kedua perlu memperkaya pengetahuan mengenai kosakata dan ejaan dalam memproduksi teks prosedur kompleks dan perlu banyak membaca contoh teks prosedur kompleks. Ketiga bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai ciri kebahasaan teks prosedur kompleks yang lebih terfokus pada penggunaan penanda imperatif atau penanda urutan atau penanda waktu dengan memilih satu fokus sehingga temuan yang akan didapat akan lebih merinci.