Skripsi
Analisis perbandingan momen-kurvatur balok gradasi 2 lapis dan 3 lapis / Tito Vertian
Abstrak
RINGKASAN Vertian Tito. 2010. Analisis Perbandingan Momen-Kurvatur Balok Gradasi 2 Lapis dan 3 Lapis. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati M.T (II) M. Mirza Abdillah Pratama S.T. M.T Kata Kunci Balok Gradasi Rasio Daktilitas Energi Disipasi Momen Kurvatur Penggunaan semen dalam campuran beton dapat direduksi dengan mengoptimalkan kekuatan yang diperlukan. Pembuatan balok beton gradasi mutu direncanakan berdasarkan karakteristik balok beton bertulang dalam menahan tarik dan tekan. Berkurangnya penggunaan semen diprediksi akan berdampak pada pengurangan biaya dan pengurangan emisi gas karbon CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) selisih capaian beban maksimum (2) selisih capaian lendutan maksimum (3) kekakuan (4) rasio daktilitas (5) energi disipasi (6) momen-kurvatur dan (7) biaya pembuatan balok beton gradasi. Penelitian ini menggunakan empat macam balok beton bertulang berukuran 120x240x2200 mm yang dipersiapkan dalam mutu 25 MPa 30 MPa 30-25 MPa (2 lapis) dan 30-25-30 MPa (3 lapis). Pada serat tekan digunakan beton mutu tinggi sedangkan pada serat tari digunakan beton mutu rendah. Masing-masing jenis balok terdiri dari 2 (dua) benda uji balok. Spesimen ini diuji di laboratorium struktur menggunakan metode pembebanan four point bending. Dari penelitian ini didapatkan hasil capaian beban maksimum balok gradasi 3 lapis lebih tinggi 0 83% dibandingkan balok gradasi 2 lapis. Lendutan rerata yang terjadi pada balok gradasi 3 lapis lebih kecil 29 52% dari balok gradasi 2 lapis. Kekakuan eksperimental balok gradasi 2 lapis sebesar 10 14 kN/mm dan kekakuan balok gradasi 3 lapis sebesar 11 36 kN/mm sedangkan secara teoritis kekakuan balok gradasi 2 lapis sebesar 12 16 kN/mm dan kekakuan balok gradasi 3 lapis sebesar 14 05 kN/mm. Rasio daktilitas balok gradasi 2 lapis sebesar 7 48 sedangkan rasio daktilitas balok gradasi 3 lapis sebesar 6 23. Energi disipasi balok gradasi 2 lapis sebesar 1 614 kN.mm sedangkan energi disipasi balok gradasi 3 lapis sebesar 1 186 kN.mm. Capaian momen eksperimental ketika tulangan leleh dan ketika mencapai beban puncak lebih kecil dibandingkan capaian momen teoritis selisih masing-masing mencapai 11% dan 39%. capaian kurvatur eksperimental balok gradasi 2 lapis ketika tulangan leleh dan ketika beban puncak naik masing-masing sebesar 263% dan 23% dari capaian kurvatur teoritis. capaian kurvatur eksperimental balok gradasi 3 lapis naik 135% ketika tulangan leleh dan ketika beban puncak turun 16% dari capaian kurvatur teoritis. Biaya pembuatan balok gradasi lebih mahal dibandingkan balok konvensional mutu tinggi. Biaya pembuatan balok gradasi 2 lapis lebih tinggi 1% sedangkan biaya balok gradasi 3 lapis lebih tinggi 3%.