Skripsi
Pelaksanaan kegiatan bina diri keterampilan memasak bagi tunagrahita di SMPLB-C YPLB Blitar / Dian Puspita Sari
Abstrak
ABSTRAK Sari Dian Puspita. 2019. Pelaksanaan Kegiatan Bina Diri Keterampilan Memasak Bagi Tunagrahita. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sudarsini M.Pd (2) dr. Agung Kurniawan M.Kes. Kata Kunci Bina Diri Memasak Tunagrahita Tunagrahita adalah individu yang memiliki intelegensi di bawah normal yang menghambat aktivitas dalam kehidupannya seperti bersosialisasi komunikasi dan tidak mampu dalam menerima pembelajaran akademik. Bina diri adalah suatu kegiatan pembinaan dan pelatihan tentang kegiatan kehidupan sehari-hari mencakup seperti kebutuhan merawat diri kebutuhan mengurus diri kebutuhan menolong diri kebutuhan komunikasi kebutuhan sosialisasi kebutuhan keterampilan hidup dan kebutuhan mengisi waktu luang maupun berbagai keterampilan lainnya. Pembelajaran keterampilan memasak merupakan kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang dasar-dasar pengolahan penyajian makanan serta minuman dengan memperhatikan gizi keamanan makanan serta penggunaan dan perawatan peralatan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan tentang pelaksanaan kegiatan bina diri keterampilan memasak bagi tunagrahita di SMPLB-C YPLB Blitar (2) Mendeskripsikan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bina diri keterampilan memasak bagi tunagrahita di SMPLB-C YPLB Blitar (3) Mendeskripsikan cara mengatasi kendala dalam pelaksanaan bina diri keterampilan memasak bagi tunagarhita di SMPLB-C YPLB Blitar (4) Mendeskripsikan dampak dalam pelaksanaan kegiatan bina diri keterampilan memasak bagi tunagrahita di SMPLB-C YPLB Blitar Metode penelitian yang pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa tunagrahita SMPLB-C YPLB Blitar. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif bersifat induktif yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis. Hasil penelitian adalah siswa sangat antusias mengikuti kegiatan keterampilan memasak dan banyak kendala dalam mengikuti kegiatan memasak yaitu siswa merasa capek tidak tertib dan bila menggunakan alat memasak siswa tidak mau mencucinya. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pelaksanaan kegiatan bina diri keterampilan memasak dilakukan dengan baik. Saran bagi guru pembimbing perlu adanya perbaikan pada pelaksanaan kegiatan memasak terutama perhatiannya kepada siswa tunagrahita dalam mengikuti kegiatan dan pemenuhan alat penunjang kegiatan memasak pengawasan sangat perlu dilakukan dengan bantuan guru lain karena memasak itu pengawasan khsusus. Bagi kepala sekolah sekolah lebih meningkatkan sarana dan prasarana sekolah seperti adanya penambahan alat yang nantinya bisa memfasilitasi siswa dalam setiap kegiatan keterampilan.