Skripsi
Analisis kemampuan literasi sains dan penalaran ilmiah siswa kelas VIII pada materi tekanan zat dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing / Lailatul Fitri Nurjanah
Abstrak
RINGKASAN Nurjanah Lailatul F. 2019. Analisis Kemampuan Literasi Sains dan Penalaran Ilmiah Siswa Kelas VIII pada Materi Tekanan Zat dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Skripsi. Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Erni Yulianti S.Pd. M.Pd. (II) Drs. I Wayan Sumberartha M.Sc. Kata Kunci literasi sains penalaran ilmiah inkuiri terbimbing Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cabang ilmu pengetahuan yang memahami berbagai fenomena alam secara sistematis melalui metode ilmiah sehingga IPA memiliki hakikat yang berbeda dari ilmu pengetahuan non sains. Hakikat IPA mendorong pembelajaran IPA agar dapat menumbuh kembangkan kompetensi peserta didik salah satunya ialah kemampuan literasi sains dan penalaran ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains dan penalaran ilmiah peserta didik terhadap materi tekanan zat sebelum dan sesudah pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing. Metode pada penelitian ini mengombinasikan dua metode penelitian yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif (mixed method research) dengan desain embedded experimental design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 3 Singosari yang berjumlah 32 peserta didik. Pada penelitian ini terdapat dua data yaitu data kuantitatif data dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan literasi sains dan penalaran ilmiah. Kemampuan literasi sains diukur menggunakan instrumen berupa 10 butir soal pilihan ganda dengan nilai reliabilitas sebesar 0 829 yang termasuk dalam kategori tinggi sedangkan kemampuan penalaran ilmiah diukur menggunakan instrumen berupa 10 butir soal pilihan ganda beralasan dengan nilai reliabilitas sebesar 0 874 yang termasuk dalam kategori tinggi. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi proses pembelajaran jawaban LKPD dan wawancara kepada beberapa peserta didik dengan kategori peningkatan kemampuan literasi sains dan penalaran ilmiah yang rendah sedang serta tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi sains dan penalaran ilmiah peserta didik sebelum dan setelah dilakukannya pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing. Pada kemampuan literasi sains hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan pada skor pretest dan posttest dengan nilai gain sebesar 0 67 yang berarti perbedaan skor pretest dan posttest termasuk dalam kategori tinggi. Kekuatan dampak diukur menggunakan d-effect size dan diperoleh nilai sebesar 2 53 yang artinya model inkuiri terbimbing memiliki kekuatan dampak yang tinggi sekali terhadap peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik. Pada kemampuan penalaran ilmiah hasil uji-t juga menunjukkan terdapat perbedaan pada skor pretest dan posttest dengan nilai gain sebesar 0 73 dan termasuk dalam kategori tinggi. Kekuatan dampak diukur menggunakan d-effect size dan diperoleh nilai sebesar 4 07 yang artinya model inkuiri terbimbing memiliki kekuatan dampak yang tinggi sekali terhadap peningkatan kemampuan penalaran ilmiah peserta didik.