Disertasi
Kajian nilai-nilai lokal dalam dinamika komunitas pertambangan Intan Rakyat di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru / Muhammad Rahmatullah
Abstrak
RINGKASAN Rahmattullah Muhammad. 2018. Kajian Nilai-Nilai Lokal dalam Dinamika Komunitas Pertambangan Intan Rakyat di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Disertasi Program Studi Pendidikan Ekonomi. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Wahjoedi M.E. (II) Prof. Dr. H. Agus Suman DEA. (III) Dr. Mit Witjaksono MS.Ed. Kata Kunci nilai-nilai lokal pertambangan intan ekonomi kelembagaan Pentingnya pengkajian tentang bentuk dan pola kelembagaan pada komunitas lokal didasari oleh perlunya upaya penguatan dan pengembangan peran pembangunan ekonomi masyarakat. Eksistensi komunitas lokal penambang intan di Kecamatan Cempaka merupakan komunitas yang telah melembaga secara turun temurun dan masih terus bertahan hingga sekarang. Tentunya ada nilai-nilai yang melekat dalam komunitas tersebut hingga tetap bertahan di tengah pro kontra keberadaan mereka di wilayah tersebut. Kajian mengenai nilai-nilai khas komunitas penambang intan merupakan modal sosial yang terus berkembang dalam tataran konteks ekonomi kelembagaan. Fokus penelitian diarahkan pada telaah mendalam mengenai (1) Eksistensi nilai-nilai lokal yang berkembang pada komunitas penambang intan rakyat di Kecamatan Cempaka (2) Pola pewarisan nilai-nilai lokal pada komunitas penambang intan rakyat di Kecamatan Cempaka dan (3) Kaitan nilai-nilai lokal pada komunitas penambang intan rakyat dengan pengembangan pendidikan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan nilai-nilai lokal yang berkembang dalam dinamika komunitas masyarakat penambang intan di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru dan pola pewarisan nilai-nilai lokal yang terjadi pada komunitas tersebut. Data yang digali dalam penelitian ini ada dua yakni data yang sifatnya primer dan sekunder. Data primer bersumber dari para penambang yang bekerja di komunitas penambang intan setempat. Data sekunder yang digali dari penelitian ini direncanakan akan dikumpulkan dari data kondisi lingkungan dan sosial ekonomi para penduduk yang bekerja sebagai penambang intan di lokasi penelitian. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara mendalam observasi partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan Pertama Eksistensi nilai-nilai lokal yang berkembang pada komunitas penambang intan rakyat di Kecamatan Cempaka secara umum mengelompok pada tiga budaya yakni budaya Baharit Baharap dan Baharat. Perwujudan nilai budaya Baharit dalam dinamika komunitas penambang intan tercermin dalam perilaku pengelolaan sumber daya produksi yang berkearifan lokal dan sarat dengan prinsip-prinsip ekonomi dan perilaku bijak yang tercermin dalam hubungan antar anggota baik di dalam maupun di luar aktivitas kelompok serta hubungan mereka dengan pihak-pihak di luar kelompok (masyarakat sekitar). Perwujudan nilai budaya Baharap dalam dinamika komunitas penambang intan tercermin dalam perilaku ketaatan kepada Tuhan baik yang dilakukan dalam bentuk ibadah yang bersifat vertikal maupun horizontal. Perwujudan nilai budaya Baharat dalam dinamika komunitas penambang intan tercermin dalam harapan untuk memanfaatkan penghasilan yang diperoleh dari penambangan untuk peningkatan kesejahteran pribadi dalam tataran dunia dan aktivitas bernuansa akhirat (ibadah haji dan membantu keluarga) Kedua proses bertahannya penambangan intan rakyat (tradisional) terjadi melalui pola pewarisan nilai-nilai lokal pada komunitas penambang intan rakyat di Kecamatan Cempaka yang mencakup budaya Baharit Baharap dan Baharat terjadi melalui proses enkulturasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni lingkungan pengalaman orang-orang terdahulu pengalaman pribadi di masa lampau dan adanya adopsi teknologi khususnya dalam mekanisme pekerjaan yang dilakukan.. Faktor orang tua tidak berpengaruh langsung terhadap enkulturasi budaya pada komunitas penambang intan tradisional di Kecamatan Cempaka. Ketiga Nilai-nilai lokal yang bekembang pada kelompok penambang intan tradisional di Kecamatan Cempaka yang diwujudkan dalam budaya Baharit Baharap dan Baharat ternyata memiliki relevansi untuk dikembangkan sebagai sumber belajar dalam kerangka pengembangan pendidikan ekonomi berkelanjutan baik dalam konteks pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Pada konteks pendidikan formal muatan konsep pendidikan ekonomi yang dikembangkan antara lain mencakup konsep kelangkaan pengambilan keputusan alokasi dan Kewirausahaan. Sedangkan pada konteks pendidikan non formal konsep pendidikan ekonomi berkelanjutan dapat dikembangkan melalui penngembangan pendidikan berbasis masyarakat dan potensi lokal dengan muatan materi-materi yang relevan dari temuan nilai budaya lokal komunitas penambang intan tradisional.