Skripsi
Penggarapan alur cerita dalam cerpen karya Teguh Afandi / Luthfi Nur Kholidiya
Abstrak
RINGKASAN Kholidiya Luthfi Nur. Penggarapan Alur Cerita dalam Cerpen Karya Teguh Afandi. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Yuni Pratiwi M.Pd Kata Kunci Cerpen Alur Plausibilitas Suspense Surprise Penggarapan alur dapat dipahami sebagai teknik serta kiat yang dilakukan oleh pengarang dalam mengembangkan alur untuk mencapai efek tertentu. Dalam hal ini pengarang memiliki kebebasan untuk menentukan cara dalam menyajikan cerita peristiwa konflik tokoh dan lain sebagainya yang masuk dalam kategori material fiksi. Penggarapan alur mengarah pada bagaimana pengarang mengatur urutan pembentuk peristiwa dengan kreatif sesuai selera estetis masing-masing pengarang. Unsur kreatif yang dimiliki masing-masing pengarang memungkinkan terciptanya karya yang baru asli serta belum pernah dikemukakan pengarang sebelumnya. Kreatifitas kebaruan dan keaslian tersebut bersinggungan dengan pengembangan alur. Hal ini menjadikan pengarang bebas untuk memilih cara mengembangkan alur membangun konflik menyiasati penyajian peristiwa dan lain sebagainya. Selama alur dikembangkan pengarang perlu mempertimbangkan piranti yang digunakan dalam pengaluran. Piranti tersebut dimaksudkan untuk menjadi daya tarik cerita dan meninggalkan kesan di benak pembaca. Penelitian tentang penggarapan alur cerita berfokus pada tiga piranti pengaluran meliputi plusibilitas suspense dan surprise. Pemilihan ketiga fokus penelitian ini didasarkan atas piranti pengaluran yang lazim muncul dalam cerpen yakni segala hal yang berkaitan dengan kemasukakalan alur cerita bentuk pertahanan atau upaya menaikkan tegangan serta menampilkan kejutan agar cerpen menjadi lebih menarik. Pendekatan yang digunakan dalam cerpen ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yakni narasi dan dialog yang terdapat pada cerpen karya Teguh Afandi. Cerpen yang digunakan sebagai objek penelitian ini diambil dari lima cerpen Teguh Afandi yang dimuat di media massa yakni Republika Suara Merdeka dan Tabloid Nova. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca-catat serta studi dokumentasi dengan analisis data. Tahapan analisis yang digunakan meliputi tiga tahapan yakni tahap reduksi data tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan tentang penggarapan alur cerita. Pertama penggarapan alur ditinjau dari plausibilitas yang dipertimbangkan melalui peristiwa yang dipilih kemudian diklasifikasikan menurut jenisnya yakni peristiwa fungsional peristiwa kaitan dan peristiwa acuan. Penggarapan alur yang telah diketahui masing-masing unit peristiwanya dapat dirunut urutan waktu yang melandasi cerita sehingga kelima cerpen Teguh Afandi dapat dikategorikan jenisnya berdasarkan kriteria urutan waktu yakni alur lurus atau progresif alur sorot balik atau flash-back dan alur campuran. Kedua penggarapan alur ditinjau dari suspense. Suspense atau ketegangan yang dibangun pada alur cerita dipertimbangkan melalui konflik yang dipilih kemudian diklasifikasikan menurut jenisnya yakni konflik eksternal meliputi konflik fisik dan konflik sosial serta konflik internal meliputi konflik batin. Dalam penggarapannya tidak menutup kemungkinan konflik eksternal dan konflik batin dihadirkan bersamaan. Pengklasifikasian jenis konflik dilakukan untuk mengetahui kadar dan bentuk tegangan yang dimunculkan agar pembaca terpancing rasa ingin tahunya akan kelanjutan cerita. Selain itu foreshadowing juga dimunculkan pada beberapa alur cerita dengan memunculkan detail penting atau bayangan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada peristiwa selanjutnya. Ketiga penggarapan alur ditinjau dari surprise. Surprise atau kejutan yang dimunculkan pada alur cerita dipertimbangkan melalui adanya penyimpangan pada aspek peristiwa cara berpikir dan cara bereaksi serta dihadirkannya petunjuk yang disamarkan untuk membangun kejutan yang dapat diterima. Dalam penggarapannya penyimpangan peristiwa berkemungkinan dihadirkan bersama dengan penyimpangan cara berpikir atau cara bereaksi serta melibatkan petunjuk cerita untuk menguatkan kejutan. Bertolak dari hasil kesimpulan penelitian ini saran yang diberikan peneliti ditujukan kepada tiga pihak. Pertama bagi guru penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana dalam mempermudah pengembangan bahan ajar menulis cerpen terutama dalam jenis cerpen yang beralur konvensional. Kedua bagi siswa dan penulis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait penyajian alur yang ditampilkan pada beberapa media massa serta memberi gambaran dalam menyiasati peristiwa agar memunculkan tegangan serta kejutan yang berkesan di benak pembaca. Ketiga bagi peneliti lain tulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu tambahan informasi terkait penelitian tentang penerapan piranti pengaluran pada cerpen konvensional di media massa serta dapat melakukan penelitian terkait penyajian alur tidak hanya terbatas pada cerpen konvensional melainkan juga merambah pada cerpen inkonvensional agar diketahui piranti yang digunakan dalam membangun alur.