Skripsi
Evaluasi kinerja simpang bersinyal pada simpang empat Jl. Raya Langsep, Jl. IR. Rais, Jl. Mergan Lori dan Jl. Jupri, Kota Malang / Imanuel Riyadi
Abstrak
ABSTRAK Riyadi Imanuel. 2019. Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal pada Simpang Empat Jl. Raya Langsep Jl. IR. Rais Jl. Mergan Lori dan Jl. Jupri Kota Malang. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Pranoto S.T. M.T (II) Dr. Ir. Henri Siswanto M.T Kata Kunci evaluasi kinerja simpang bersinyal Kota Malang Kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar perkotaan diakibatkan oleh bertambahnya kepemilikan kendaraan pribadi. Penggunaan angkutan umum yang kurang optimal semakin meningkatkan pertumbuhan kendaraan pribadi. Pertumbuhan Kota Malang adalah yang kedua setelah Kota Surabaya yang memiliki peningkatan kendaraan roda 2 sebesar 5 65% pertahun. Dampak pertumbuhan ini mempengaruhi kinerja simpang bersinyal pada Jl. Raya Langsep Jl. IR. Rais Jl. Mergan Lori dan Jl. Jupri yang baru saja dipasang lampu lalu lintas. Dampak masalah akibat semakin padatnya kendaraan yang terjadi adalah kemacetan yang tinggi antrian yang panjang dan tundaan yang tinggi pada simpang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kinerja simpang bersinyal di Jl. Raya Langsep Jl IR.Rais Jl. Mergan Lori Jl. Jupri pada kondisi eksisting dan (2) Memberikan solusi meningkatkan kinerja simpang bersinyal Jl. Raya Langsep Jl IR.Rais Jl. Mergan Lori Jl. Jupri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Pengambilan data dilakukan hari Senin Rabu dan Sabtu. Pembagian waktu dalam satu hari yaitu pukul 6.00-9.00 WIB 11.00-13.00 WIB 15.00-18.00 WIB. Pengambilan data dilakukan dengan cara menempatkan surveyor pada setiap lengan simpang bersinyal. Kinerja simpang bersinyal tersebut yang memiliki pengaturan 3 fase sinyal lampu lalu lintas dengan waktu siklus 102 detik. Selama penelitian didapatkan hasil tundaan terendah 45 56 det/smp dan tundaan terbesar 103 33 det/smp. Dengan nilai tundaan simpang rata-rata 103 33 det/smp yang terjadi pada jam puncak pagi hari Senin menandakan tingkat LOS F karena nilai tundaan simpang rata-rata yang dihasilkan 60 det/smp. Solusi alternatif 1 dilakukan analisis dengan cara mengalihkan volume arus kendaraan belok kanan (RT) pada pendekat Mergan menjadi arah lurus (ST) kemudian lampu kuning pada setiap pendekat yang semula 3 detik menjadi 2 detik. Perhitungan solusi alternatif 1 didapatkan nilai tundaan 93 47 det/smp. Tingkat pelayanan simpang tergolong F. Solusi alternatif 2 dilakukan analisis dengan cara menambah lebar setiap pendekat 2 meter. Jalan dilebarkan agar lebar jalur pada pendekat Mergan sudah dalam kondisi ideal yaitu tidak kurang dari 3 5 meter. Perhitungan solusi alternatif 2 didapatkan nilai tundaan 31 95 det/smp. Tingkat pelayanan simpang tergolong D. Solusi alternatif 3 dilakukan dengan variasi pelebaran geometrik pendekat simpang. Variasi pelebaran simpang adalah 2 4 75 dan 4 meter pada pendekat Langsep Mergan dan Rais. Perhitungan solusi alternatif 2 didapatkan nilai tundaan 21 84 det/smp. Tingkat pelayanan simpang tergolong C.