Skripsi
Pengaruh variasi heating rate terhadap dekomposisi pembakaran mikroalga skeletonema costatum sebagai alternatif bahan bakar terbarukan / Rizki Andy Syahputra
Abstrak
ABSTRAK Syahputra Rizki Andy. 2019. Pengaruh Variasi Heating Rate terhadap Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Skeletonema Costatum sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sukarni S.T. M.T. (II) Dr. Eddy Sutadji M.Pd Kata Kunci mikroalga dekomposisi pembakaran variasi heating rate energi aktivasi Penggunaan bahan bakar fosil dalam jangka panjang akan berakibat pada kelangkaan yang disebabkan oleh ketersediaan bahan bakar yang terbatas dan bahaya emisi yang ditimbulkan besar. Saat ini mikroalga merupakan sumber potensial sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil karena pertumbuhannya cepat dan dapat menetralisir gas . Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi heating rate terhadap dekomposisi pembakaran mikroalga skeletonema costatum sebagai alternatif bahan bakar terbarukan. Parameter yang diteliti antara lain (1) Karakteristik dekomposisi pembakaran pada variasi heating rate dan (2) Energi aktivasi pada dekomposisi pembakaran mikroalga skeletonema costatum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan analisis deskriptif. Proses pengolahan grafik thermogravimetric (TG) dan derivative thermogravimetric (DTG) diolah dengan menggunakan software pengolahan data sedangkan untuk menghitung energi aktivasi metode yang digunakan adalah metode Flynn-Wall-Ozawa (FWO) dan Vyazovkin. Hasil penelitian menunjukkan hasil heating rate mempengaruhi penurunan berat masing-masing tahap dekomposisi sehingga semakin tinggi heating rate maka semakin kecil pula penurunan berat yang terjadi pada tiap tahap dekomposisi. Dekomposisi pembakaran mikroalga skeletonema costatum terjadi dalam tiga tahap. Pada tahap pertama ditandai dengan grafik puncak DTG yang sangat tajam. Dalam tahap pertama ini belum berkaitan dengan penurunan berat sampel (mass loss) tetapi berkaitan dengan hilangnya kadar air (moisture loss) dan hilangnya volatil-volatil ringan pada sampel yang ditandai dengan cekungan pertama yang sangat tajam dan singkat dikarenakan massa sampel yang sangat ringan. Pada tahap kedua ditandai dengan grafik puncak DTG yang sangat tajam di mana dekomposisi mikroalga skeletonema costatum terjadi penurunan berat sebesar 35% pada rentang temperatur 200-700OC. Tahap ini merupakan tahap di mana kandungan utama dari mikroalga Skeletonema costatum berupa lipid protein dan karbohidrat terdekomposisi kurang lebih 35% dari massa volatil total. Tahap ketiga terjadi pada temperatur 700-1200OC di mana pada tahap ini merupakan tahap dekomposisi abu dengan massa sampel yang cenderung konstan dan hanya sedikit yang terbakar. Hasil perhitungan energi aktivasi pada tahap kedua didapat 60 04 kJ/mol untuk metode FWO dan 76 02 kJ/mol untuk metode Vyazovkin. Nilai energi aktivasi pada mikroalga skeletonema costatum ini lebih sedikit dibandingkan nilai energi aktivasi pada penelitian lain. Tentunya dengan pengolahan lebih lanjut mikroalga skeletonema costatum ini dapat dijadikan alternatif bahan bakar pengganti bahan bakar fosil.