Skripsi
Pengembangan bahan ajar dengan menggunakan pendekatan saintifik pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit untuk siswa SMA kelas X sebagai penunjang penerapan kurikulum 2013 / Yulitaningrum Andari Putri
Abstrak
ABSTRAK Putri Yulitaningrum Andari. 2017. Pengembangan Bahan Ajar dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik Pada Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit untuk Siswa SMA Kelas X Sebagai Penunjang Penerapan Kurikulum 2013. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Munzil S.Pd. M.Si. (II) Oktavia Sulistina S.Pd. M.Pd. Kata kunci pendekatan saintifik (scientific approach) larutan elektrolit dan non elektrolit Salah satu materi kimia yang dianggap sulit oleh siswa SMA adalah Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit. Larutan elektrolit dan nonelektrolit merupakan salah satu materi kimia yang diajarkan di kelas X sebagai jenjang pertama dimana mata pelajaran kimia diperkenalkan salah satu penyebab masalah tersebut adalah kurangnya bahan ajar yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Kurikulum 2013 memberikan kebebasan kepada guru sebagai fasilitator untuk secara mandiri mendesain pembelajaran dan mengarahkan untuk menggunakan pendekatan saintifik sebagai basis pembelajarannya tertuang dalam surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0128/MPK/KR/2013. Untuk mengatasi kesulitan siswa memahami materi larutan elektrolit dan nonelektrolit diperlukan bahan ajar dengan pendekatan saintifik yang dapat membantu siswa secara aktif membangun konsep materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengenbangkan bahan ajar yang terdiri dari buku guru dan buku siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D (four D-models) yang dikembangkan oleh Thiagarajan Semmel dan Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari 4 tahap yaitu Define (Pendefinisian) Design (Perancangan) Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Bahan ajar yang dihasilkan berupa buku guru dan buku siswa materi larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan pendekatan saintifik. Hasil validasi buku siswa memperoleh persentase sebesar 78 75% dan hasil validasi buku guru memperoleh persentase sebesar 82 15%. Hasil analisis data menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan yakni buku guru dan buku siswa valid digunakan pada kegiatan pembelajaran materi larutan elektrolit dan nonelektrolit sebagai implementasi kurikulum 2013 untuk peserta didik Kelas X SMA. Namun demikian penelitian pengembangan yang dilakukan dilakukan sampai tahap Develop (Pengembangan) saja oleh karena itu perlu dilanjutkan sampai tahap Dessiminate (Penyebaran).